Peduli Lingkungan, Berawal dari Hal Sederhana




Oleh : Lina Sabrina

Manusia merupakan mahluk yang diciptakan oleh tuhan dengan sebaik-baik mahluk. Sebagai mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, sudah selayaknya manusia menjaga dirinya dan lingkungannya. Selaku mahluk yang tinggal di bumi, manusia hendaknya memakmurkan bumi yang mereka tinggali, agar mereka dapat hidup dengan sejahtera dan dapat menjalankan fungsinya, sebagai khalifah di bumi dan hamba –Nya yang wajib mangabdikan diri beribadah semata kepada penciptanya.Manusia merupakan mahluk yang diciptakan oleh tuhan dengan sebaik-baik mahluk. Sebagai mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, sudah selayaknya manusia menjaga dirinya dan lingkungannya.

Selaku mahluk yang tinggal di bumi, manusia hendaknya memakmurkan bumi yang mereka tinggali, agar mereka dapat hidup dengan sejahtera dan dapat menjalankan fungsinya, sebagai khalifah di bumi dan hamba –Nya yang wajib mangabdikan diri beribadah semata kepada penciptanya.Lingkungan merupakan segala sesutau yang ada di sekitar tempat hidup atau tempat tinggal kita. Setiap makhluk hidup pasti akan terpengaruh oleh lingkungan hidupnya, sebaliknya mahluk hidup itu sendiri juga dapat mempengaruhi lingkungannya. Kalau diperhatikan suatu lingkungan hidup selalu terdiri dari dua jenis yaitu a) berbagai jenis mahluk hidup (biotic) dan b) benda –benda yang bukan mahluk hidup (abiotik). Mahluk hidup dan lingkungannya memiliki hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi.Adanya hubungan timbal balik yang terjalin antara mahluk hidup dengan lingkungannya, membuat kehidupan yang ada di bumi ini berjalan degan baik dan  bahkan sempurna.

Namun terkadang manusia sering bersikap serakah, dengan apa yang telah tuhan sediakan di bumi. Manusia seringkali tidak bersikap bijak dalam menggunakan fasilitas yang telah tuhan berikan. Mereka bahkan sering merusak fasilitas-fasilitas tersebut dengan segala hawa nafsunya.Hal tersebut jelas menimbulkan dampak yang tidak baik bagi bumi yang mereka tinggali. Perbautan manusia yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya tersebut, membuat alam lingkungan sekitarnya tidak berjalan sesuai dengan alurnya. Efeknya banyak sekali kerusakan yang timbul di bumi baik dari udara, tanah, dan air. Kerusakan ini menyebabkan terganggunya kehidupan mahluk hidup lain yang juga tinggal di bumi. Padahal seharusnya manusia yang tuhan ciptakan dengan sebaik-baiknya dan dengan akal, menjadi pengontrol lingkungan sekitarnya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi sekarang ini, memungkinkan manusia dapat memperoleh hasil alam dua kali lipat dari sebelumnya.

Namun tidak seharusnya manusia menggunakan sumber daya yang disediakan oleh alam secara berlebih. Mereka harus tetap menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. Agar bumi yang manusia tinggali ini, tetap terjaga kelestariannya dan keindahannya. Lingkungan yang ada, hendaknya diolah dan dimanfaatkan manusia dengan sebaik-baiknya, agar sesuai dengan maksud tuhan menyediakan itu semua. Manusia  harus mencintai lingkungannya, artinya memperlakukan berbagai fasilitas yang ada di bumi ini sesuai dengan fungsinya, agar lingkungan tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan kodratnya masing-masing sehingga terwujud kesejahteraan dan kebahagiaan hidup manusia lahir dan batin.Lingkungan yang telah tersedia ini diciptakan untuk kepentingan hidup manuisa selaku komponen biotic terpenting yang ada di muka bumi.

Dengan akal dan pikirannya manusia banyak bertindak sehingga kebutuhan manusia lebih diutamakan dari kepentingan yang lain. Akan tetapi ironisnya, seringkali manusia dalam memenuhi kebutuhannya itu mengabaikan terjaminnya keseimbangan lingkungan . Apabila manusia terus melakukan hal semacam itu secara berkelanjutan maka tentulah dalam waktu yang singkat apa yang telah tersedia di alam ini akan habis. Apabila hal ini terjadi maka kehidupan manusia pula lah yang akan terganggu. Jika alam ini rusak maka manusia pula lah yang akan rugi, oleh sebab itu sudah sewajarnya manusia menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar kita. Banyak sekali cara untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari dan indah. Di mulai dari menjaga kebersihan dan kesehatan manusia itu sendiri.

Menjaga kebersihan dan kesehatan seajtinya bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Namun kadang kala ada beberapa manusia yang memang enggan melakukannya dengan berbagai alasan. Padahal menjaga kesehatan dan kebersihan badan tersebut demi kebaikan manusia itu sendiri. Minimnya kesadaran manusia akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan, membuat diri mereka mudah terserang berbagai macam penyakit. Dengan adanya penyakit tersebut membuat manusia semakin enggan untuk menjaga lingkungannya. Hal ini jelas bukanlah suatu perilaku yang baik dan tentunya harus diubah.Sudah sangatlah jelas bahwa perubahan itu haruslah dimulai dari diri manusia itu sendiri, dengan menjaga kebersihan dan kesehatannya.

Apabila manusia tersebut telah berhasil menjaga kesehatan dan kebersihan dirinya, maka bukanlah suatu hal yang susah bagi manusia itu untuk menjaga lingkungannya pula. Disamping itu perlulah pula peran para tokoh agama dalam menyadarkan masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungnnya. Karena menjaga lingkungan juga termasuk sebagian dari iman. Namun sebaliknya, kebanyakan para tokoh agama di masa kini sering melupakan peran tersebut. Justru mereka malah lebih asik sibuk mengurus urusan politik. Banyak sekali alasan yang menyebabkan para tokoh agama melupakan peran yang sangat penting tersebut. Kendati demikian, apa yang diharpakan oleh masyarakat tidak sesuai dengan kenyataan. Mereka juga melupakan fungsi mereka dalam menjaga keseimbangan dan malah menambah beban bagi masyarakat.

Hal tersebut menyebabkan banyak manusia yang kurang memahami tentang betapa pentingnya memelihara lingkungan. Oleh karenanya sudah sewajar dan selayaknya bagi para pemuka atau tokoh agama memberikan contoh yang tepat kepada masyatakatnya untuk selalu melindungi, menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan sekitarnya. Dengan pendekatan demikian para masyarakat mampu sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan, karena para pemuka agama yang mereka jadikan sebagai panutan memberi dan mengajarkan contoh yang tepat dalam memelihara keseimbangan alam.Dalam hal ini, terdapat berbagai macam cara untuk menjaga kebersihatan lingkungan. Hal paling mendasar adalah mendekatkan diri kepada Tuhan yang menciptakan seluruh alam yang mereka tinggali.

Dengan begitu ketika para manusia telah dapat menjaga kedekatnnya dengan yang maha Kuasa, bukanlah hal yang teramat sulit bagi mereka untuk menjaga lingkungan yang Tuhan titipkan kepada mereka. Karena dengan begitu mereka yang memiliki kedekatan yang erat dengan Tuhannya akan merasa memiliki rasa tanggung jawab terhadap segala titipan yang Tuhan titipkan kepada mereka.Baru kemudian, hal yang paling mudah untuk dilakukan manusia dalam menjaga kebersihan lingkungan ialah dengan membuang sampah pada tempatnnya. Akan tetapi masih banyak manusia yang enggan membuang sampah pada tempatnya. Hal tersebut di karenakan kurangnya pembiasaan membuang sampah pada tempatnya sejak dini. Oleh sebab itu pembiasaan membuang sampah sejak dini merupakan suatu hal yang sangat penting dalam hal peduli terhadap lingkungan. Dengan adanya pembiasaan tersebut maka akan berdampak baik kedepannya. Selain membuang sampah pada tempatnya, banyak cara lain untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satunya yaitu dengan cara mendaur ulang barang-barang bekas. Dengan cara ini, manusia bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan, namun hal ini bisa diajadikan sebagai nilai tambah dalam permaslahan perekonomian.  Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari mendaur ulang barang-barang bekas tersebut, yaitu mengurangi sampah yang ada meningkatkan kreatifitas, mengurangi penumpukan sampah, menjadi peluang penambah lapangan pekerjaan, dll.Bukan hanya itu saja manfaatnya, mendaur ulang barang barang bekas yang ada di sekitar lingkungan rumah juga dapat mengurangi tempat bekembangbiaknya nyamuk-nyamuk Demam Berdarah. Dengan begitu lingkungan sekitar akan semkin terlihat bersih dan sehat, dan juga meiminimalisir sumber penyakit Demam Berdarah.

Selain kegiatan-kigatan tersebut, ada satu hal yang selalu dilakukan oleh seluruh umat manusia di dunia ini untuk memperingti hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, yaitu dengan menanam pohon. Hal tersebut merupakan saebuah perwujudan manusia untuk tetap peduli terhadap lingkungannya.Bukan hanya itu peduli terhadap lingkungan juga bisa dilakukan dengan menggunakan listrik seperlunya, menggunakna kendaraan bermotor seperlunya, tidak menggunakan pestisida secara berlebihan, menggunakan air seperlunya, melakukan tebang pilih, melakukan rebosasi pada lahan gundul, dan mengurangi pembukaan lahan baru.Apabila seluruh manusia sudah mampu menerapkan hal-hal tersebut, maka bumi ini akan terhindari dari berbagai macam masalah yang diakibatkan dari sikap manusia yang tidak peduli terhadap lingkungannya.

Manfaat terbesar dari menjaga lingkungan itu sendiri antara lain yaitu, meminimalisir terjadinya berbagai macam bencana (seperti banjir dan tanah longsor), tetap terjaga dan tersedianya kebutuhan manusia yang disediakan alam, berkurangnya polusi udara, terhindari dari berbagai macam penyakit, terjaminnya kelestarian flora dan fauna yang ada, dan lain-lain.Oleh karenanya wajiblah bagi seluruh manusia di muka bumi ini untuk selalu peduli terhadap lingkungan yang ada disekitarnya. Karena dengan begitu sudah pastilah bumi ini akan terasa lebih nyaman unutk ditinggali. Bukan hanya manusia yang akan diuntungkan ketika manusia itu menjaga dan peduli terhadap lingkungannya, tetapi mahluk hidup yang tinggal di bumi ini juga akan merasa nyaman tinggal di bumi.

Ketika kenyamanan dapat dirasakan oleh segenap mahluk hidup yang ada di bumi, maka kemanan dan ketentramanlah yang akan dirasakan oleh mereka pula. Setiap mahluk hidup yang tinggal di bumi jelaslah mengingikan kehidupan yang demikian. Hidup aman, nayam, terjamin, dan sejahtera merupakan impian bagi seluruh mahluk hidup yang ada di bumi ini. Dengan begitu sudah semestinya manusia mampu memelihara, menjaga, melindungi, dan melestarikan lingkungan sekitarnya, agar dapat terwujudnya impian seluruh mahluk yang mendiami bumi ini.  Dengan begitu, sudah jelaslah bahwa peduli terhadap lingkungan merupakan suatu hal yang penting dan harus disadari oleh setiap manusia yang tinggal di bumi. Dan hal ini harus ditanamkan sejak dini, agar berakibat baik kedepannya. Jika hal baik ini telah berhasil ditanamkan sejak dini, bukanlah suatu hal yang mustahil untuk mewujudkan bumi menjadi nyaman, aman tentram dan terkendali.

Daftar Pustaka

Talhah M, Mufid Achmad, 2008, Fiqih Ekologi Menjaga Bumi Memaknai Kitab Suci, Yogyakarta : Total MediaHD Kaelany, 2000, Islam dan Aspek-aspek Kemasyarakatan, Jakarta : Bumi Aksara

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 345 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.