Kelas KOMPETISI atau Kelas INKLUSI? (2)




Oleh : M. Arfan Mu’ammar

Tidak seperti kelas kompetisi yang komposisi kelasnya berdasar homoginitas kognitif siswa. Kelas inklusi komposisi kelasnya sangat heterogen. Baik secara kognitif maupun non-kognitif.

Anak pintar, setengah pintar, bahkan anak dengan kesulitan belajar sekalipun ada dalam satu kelas. Mereka berbaur menjadi satu.

Pada dasarnya. Kelas Inklusi merupakan adopsi dari kelas yang diselenggarakan sekolah-sekolah inklusi. Pemaknaan sekolah inklusi secara konvensional adalah sekolah yang di dalamnya terdapat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Namun, pemaknaan sekolah inklusi secara hakikat makna yang lebih mendalam adalah sekolah yang terbuka. Sekolah yang menerima segala macam bentuk siswa. Karena dalam perspektif sekolah inklusi setiap siswa itu istimewa. Setiap siswa itu unik.

Ini senada dengan gagasan Munif Chotib dalam bukunya “sekolahnya manusia: sekolah berbasis multiple intelligences di Indonesia”. “Setiap anak istimewa” juga diceritakan dengan apik dalam film “Taare Zaamen Par”. Film yang menceritakan bagaimana anak berkesulitan belajar memiliki bakat terpendam yang sangat istimewa. Jika ia diasah dengan betul, maka akan melahirkan anak yang luar biasa.

Namun, dalam kelas inklusi guru “serba salah”. Bagaimana tidak, karena komposisi siswanya heterogen, maka guru sulit menentukan sikap. Misalkan, jika guru mengajarkan pelajaran sekali. Mungkin anak yang pintar sudah langsung faham. Tapi bagaimana dengan siswa yang tidak pintar atau bahkan siswa yang kesulitan belajar?. Tentu mereka belum faham.

Jika guru meneruskan pelajaran, maka anak yang tidak pintar akan tertinggal. Tapi jika guru mengulang kembali pelajaran, maka anak yang pintar akan merasa jenuh. Pelajaran sudah faham kok diulang-ulang!.

Di situlah, guru serba salah. Maju kena, mundur juga kena. Maka perlu metode pembelajaran khusus. Ada sebuah metode pembelajaran. Khusus digunakan pada kelas-kelas inklusi. Metode Pembelajaran tersebut adalah “Universal Desaign Learning” (Pembelajaran dengan Desaign Universal).

Bagaimana cara kerjanya?

Bersambung…

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 318 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

1 Trackback / Pingback

  1. 2 Kunci Menjadi Mahasiswa Impian – Rumah Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.