Demitologisasi Profesi Guru (1)




(Sumber Gambar : www.dream.co.id)

Oleh : M. Arfan Mu’ammar

“Pahlawan tanpa tanda jasa”, itulah salah satu ungkapan yang melekat pada guru “dahulu”, mungkin juga hingga saat ini. Namun, seiring dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ungkapan di atas menjadi tidak relevan, jika disematkan pada guru saat ini, walupun disebagian sekolah terpencil, istilah itu masih tampak relevan.

UU 14 tahun 2005 merubah istilah “pahlawan tanpa tanda jasa” menjadi sebuah mitos. “ah itu kan dulu, sekarang para guru sudah punya kendaraan roda empat, bahkan rumah yang cukup layak”. Demitologisasi merupakan upaya mendekonstruksi mitos-mitos yang melekat pada guru.

Jasa seorang guru diakui di mana-mana di seluruh dunia. Bahkan, di Jepang kebudayaannya sangat menghargai profesi guru. Guru pada masa silam merupakan seorang “begawan” yang memiliki status sosial setara dengan raja-raja. Bahkan jasadnya disandingkan dengan jasad para pejuang dan pembela negara di makam para pahlawan.
Karenanya di Jepang ada ungkapan yang menggambarkan betapa guru memiliki jasa yang sangat besar, “She no on way yama yori mo takai, umi yori mo fukai”. Artinya : jasa guru adalah lebih tinggi daripada gunung yang tertinggi, lebih dalam daripada laut yang terdalam.

Akan tetapi, ungkapan tinggalah sebuah ungkapan. Ungkapan yang manis tersebut tidak semanis penghargaan yang diterima oleh guru. Jika profesi sebuah guru tidak cukup menggiurkan, maka profesi guru tidak akan banyak diminati oleh anak-anak bangsa yang berkualitas. Artinya, anak-anak yang pintar cenderung tidak memilih profesi guru sebagai tujuannya, karena tidak menjanjikan. Dengan demikian profesi guru hanya akan dipilih oleh anak yang tidak berkualitas, ataupun sebagai alternatif lain ketika profesi lain tidak diterima.

Karena itu, memberi penghargaan yang sepantasnya kepada guru adalah upaya mendemitologisasi profesi guru. Ungkapan jepang di atas yang mengatakan bahwa, jasa guru lebih tinggi daripada gunung dan lebih dalam dari lautan tidak lagi menjadi sebuah mitos. Akan tetapi berubah menjadi sebuah kenyataan.
Demitologisasi adalah padanan kata dengan kata dekonstruksi. Dekonstruksi merupakan lawan kata dari rekonstruksi yang artinya membangun kembali. Maka Dekonstruksi bermakna menghancurkan dan meruntuhkan, dalam hal ini Demitologisasi merupakan upaya menghancurkan atau meruntuhkan mitos-mitos yang selama ini melekat pada guru.

Istilah demitologisasi profesi guru pernah di ungkapkan oleh H.A.R Tilaar dalam Kaleidoskop Pendidikan Nasional. H.A.R Tilaar memetakan ada sekitar 15 mitos yang melekat pada profesi guru. Selain memaparkan ke lima belas mitos tersebut, Tilaar juga menjelaskan bagaimana upaya mendekonstruksinya.

Apa saja mitos-mitos yang melekat pada profesi guru dan bagaimana mendemitologisasinya?

Bersambung…

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 357 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.