Pendidikan dan Ketertiban Sosial (2)




Oleh : M. Arfan Mu’ammar

Pemikiran-pemikiran Talcott Parsons sangat dipengaruhi oleh Emile Durkheim. Khususnya pandangan Parsons tentang kesamaan masyarakat dengan organisme hidup. Parsons berpendapat bahwa tertib dan kohesi sosial disebabkan oleh tiga hal. Pertama adanya nilai-nilai budaya yang dibagi bersama. Kedua nilai-nilai yang dilembagakan menjadi norma-norma sosial dan ketiga nilai-nilai yang dibatinkan oleh individu-individu lalu menjadi motivasi-motivasi.

Lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mewujud dalam berbagai bentuk norma, budaya, adat kebiasaan yang terbagi bersama dapat dijadikan sebagai pangkal pijakan dalam menjelaskan keteraturan dalam masyarakat. Sekolah sebagai sebuah lembaga yang juga memproduksi nilai, dapat ditempatkan pada poin kedua di atas.

Jika kita melihat anarkisme yang dilakukan oleh siswa lulusan SMA. Ataupun anarkisme yang dilakukan oleh supporter sepakbola. Maka spontan kita akan bergumam, “dulu sekolah di mana anak itu” atau “gurunya siapa” atau “memangnya di sekolah dulu tidak diajarkan sopan santun?”.

Sekolah sebagai sebuah lembaga yang memproduksi nilai dikambing hitamkan. Mana ada sekolah yang mengajar moral hazard kepada siswanya? Mana ada sekolah yang mengajarkan tawuran kepada siswanya? tapi kenapa mereka melakukan itu? dari mana mereka belajar?

Pertanyaan itu sama dengan “mana ada orang tua yang mengajarkan kejelekan pada anaknya?” atau “mana ada orang tua yang mengajarkan perkataan yang kotor pada anaknya?” tapi kenapa anak kita tiba-tiba bisa mengatakan perkataan yang jelek, kenapa tiba-tiba anak kita pandai untuk tidak jujur? Dari mana mereka belajar?

Karena itu Parsons menjelaskan bahwa dalam sebuah tindakan terdapat empat sistem. Struktur umum sistem tindakan menurut Parsons adalah pertama organisme perilaku (Behavioral Organism), kedua sistem kepribadian (Personality System), ketiga sistem sosial (Social System), keempat sistem budaya (Cultural System).

Bagaimana keempat sistem itu bekerja? Bagaimana mungkin seorang individu yang memiliki sistem nilai yang mapan, diinternalisasikan oleh orang tua atau sekolah selama bertahun-tahun  tiba-tiba berubah ketika dalam kondisi tertentu?

Bersambung…

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 345 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.