Hypnotic Writing, Kekuatan Kata-Kata




http://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrwE.D7B2dZi3UAslvWQwx.;_ylu=X3oDMTBtdXBkbHJyBHNlYwNmcC1hdHRyaWIEc2xrA3J1cmw-/RV=2/RE=1499953275/RO=11/RU=https%3a%2f%2fblankspacedigitalblog.wordpress.com%2f2016%2f10%2f10%2fkekuatan-hypnotic-writing-untuk-kepentingan-bisnis-anda%2f/RK=1/RS=V06EMuOl4u5.v3zFjqZDC_jURas-

Oleh : Charis Hidayat

“Words were originally magic and to this day words have retained much of their ancient magical power” [Sigmund Freud]

Saat pria kagum akan cantik paras wajah seorang wanita, semua cara akan dilakukan untuk dapat memikat hatinya. Sang pria pun akan berusaha keras, mulai dari mencari tahu nomor telfon-nya hingga apa saja makanan kesukaannya. Mencoba dekat, bahkan dirinya selalu merasa senang, jika dapat melihat wajah cantiknya, meskipun menatapnya dari kejauhan.

Ada rasa yang tak bisa diungkapkan, apabila benar dihadapkan didepannya. Suka tak dapat dibendung, apapun resikonya pasti ditanggung. Sekalipun si wanita tidak suka dengan sang pria, itu tak menjadi halangan. Karena baginya, ini adalah perjuangan. Dimana usaha dan doa seiring sejalan dikerjakan. Membuat nyaman, memberi perhatian, serta bertutur kata sopan, merupakan salah satu kunci mendapatkan secuil hati dari wanita idaman.

Menulis pun demikian, kekuatan kata-kata yang terangkai, sebisa mungkin mendapat tempat dihati pembacanya. Siapa sangka, tulisan ternyata memiliki kekuatan ajaib. Kekuatan yang terbangun dari setiap kata-kata, melebihi dahsyatnya sebuah bom jika diledakan. Membuat tulisan memiliki “rasa” & “nyawa” menjadi salah satu keniscayaan, itupula dijadikan pijakan pembaca senang atau tidak jika membacanya.

Alur pikir mengalir tanpa tekanan, serta dibumbui dengan kejujuran, biasanya sering dijumpai dalam tulisan penulis-penulis hebat. Pernahkah menjumpai tulisan yang jika membacanya, seolah tak ingin cepat beranjak pergi ?, atau pernahkah membaca tulisan, yang jika membacanya, seolah dipaksa untuk mengikuti alurnya ?. Pola-pola inilah, sesungguhnya terdapat pada teknik hypnotic writing.

Teknik menulis yang menekankan pada aspek merayu atau membujuk pembacanya, agar nyaman dan tetap duduk terpaku pada tulisan. Teknik ini umumnya banyak ditemukan didalam dunia bisnis, terlebih bagi mereka yang ingin mendapatkan banyak pelanggan dari produk atau layanan jualanya.

Hypnotic Writing bukan berbicara tentang manipulasi, ini tentang komunikasi. Sebagaimana esensi menulis adalah berkomunikasi dengan pembaca lewat tulisan. Bagaimana seseorang dapat terbantu berkomunikasi dengan baik, serta dapat lebih meyakinkan pembacanya. Mengutip ucapan galileo “You cannot teach a man anything; you can only help him find it within himself” (Kamu tak akan pernah bisa mengajari seuatu kepada seseorang, Kamu hanya bisa membantunya, menemukan di dalam dirinya sendiri).

Dalam buku Hypnotic Writing karya Joe Vitale, Dijelaskan bahwa Hypnotic Writing adalah sebuah bentuk dari waking hypnosis. “Waking hypnosis” merupakan istilah yang diciptakan Wesley Wells pada tahun 1924 dan pertama kali diterbitkan dalam buku An Outline of Abnormal Psychology pada tahun 1929. Wells ingin memisahkan gagasan hipnosis sebagai tidur sadar dengan hipnosis sebagai konsentrasi terjaga. Atau dengan kata lain, hipnosis membuat seseorang berpikir dengan mata tertutup tapi sadar. Sedangkan Wells mengusulkan agar seseorang tetap bisa membuka mata mereka dan tetap tunduk pada alam bawah sadarnya.

Karena Hypnotic Writing merupakan perwujudan dari waking hypnosis, maka titik tekannya adalah pada fokus perhatian seorang pembaca. Ini akan dapat tercapai jika penulis dapat dengan tepat menggunakan kata-kata, sehingga pembaca merasa tertarik untuk membacanya. Maka ungkapkan saja tulisan dengan jujur, Itu dapat menjadikan seorang penulis memahami benar keadaan pembacanya.

Buatlah pembaca mengikuti perasaan sama yang terbangun dalam tulisan. Kunci dari Hypnotic Writing yaitu Write First, Edit Last (Tulis dahulu, Perbaiki kemudian). Tulis saja kata-kata yang ingin diungkapkan, jika emosi maka tulislah bahasa emosi, jika sedih maka tulislah, jika senang pun juga tulislah. Kemudian diakhir, perbaiki serta sempurnakan bahasa dan kata-katanya, menjadi sebuah tulisan yang indah. Sebab menurut E.B White “There is no great writing, only great rewriting” (Tidak ada tulisan yang bagus, yang ada hanyalah penulisan ulang yang hebat). Maka menulis sekarang atau tidak sama sekali.

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 358 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.