RAPIDO dan Gerakan Literasi Pendidikan Indonesia




Oleh : M. Arfan Mu’ammar

Persoalan pendidikan di Indonesia cukup kompleks. Tidak dapat didekati dengan hanya satu pendekatan. Namun harus didekati dengan beragam pendekatan. Salah satunya adalah pendekatan literasi.

Kami sangat salut ketika Dahlan Iskan memimpin PLN dan BUMN. Ada yang unik ketika beliau memimpin di PLN dan di BUMN. Yaitu catatan mingguannya terkait segala macam persoalan yang ada di BUMN dan di PLN. Catatan itu dibaca oleh banyak masyarakat dan tentunya oleh karyawan PLN dan BUMN.

Memahami persoalan adalah kunci utama untuk dapat memecahkan masalah. Dengan catatan CEO’S NOTES ketika di PLN dan Manufacturing Hope (MH) ketika di BUMN. Dahlan berhasil mengedukasi masyarakat dengan tulisan-tulisannya. Masyarakat menjadi tahu persolan yang dihadapi BUMN dan karyawan BUMN jadi faham betul persoalan yang dihadapi perusahaannya. Tanpa memahami persoalan secara jernih, maka sudah barang tentu kita tidak akan dapat menemukan jalan keluar yang baik.

Karena begitu kompleksnya persoalan pendidikan di Indonesia. Maka untuk bisa mencari jalan keluar dari permasalahan itu, perlu difahami betul akar permasalahannya, alternatif-alternatif solusi yang ditawarkan, kemudian baru diimplementasikan dalam lembaga pendidikan atau pembelajaran.

Untuk dapat mengetahui persolan-persolan pendidikan yang kompleks, dibutuhkan sebuah media sosial untuk menampung aspirasi dan gagasan-gagasan dari para pendidik (praktisi) dan pemegang kebijakan (pemerintah) sehingga ditemukan titik temu, antara kebijakan yang dibuat dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Seringkali pemegang kebijakan hanya duduk di belakang meja. Membuat kebijakan terhadap persoalan yang ia sendiri tidak pernah menghadapinya, atau bahkan tidak tahu pasti kondisi realnya. Sehingga seringkali kebijakan yang dibuat tidak dapat memecahkan masalah yang ada. Jalan yang harus ditempuh ke arah kanan, tapi ia justru berbelok ke arah kiri.

Begitu juga praktisi pendidikan (guru dan pengelola lembaga pendidikan), sangat faham betul masalah yang dihadapi oleh sekolah, masalah yang dihadapi di kelas, akan tetapi mereka tidak dapat berbuat banyak, karena tidak memiliki wewenang membuat kebijakan.

Karena itu, kami membuat wadah untuk menangkap masalah-masalah yang dialami guru di sekolah. Dan memikirkan gagasan-gagasan pengamat pendidikan, pemikir-pemikir pendidikan, teori-teori pendidikan. Dari pertemuan keduanya, lahir sebuah kebijakan pendidikan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi oleh praktisi pendidikan.

Wadah ini kami namai RAPIDO (Rumah Pendidikan Indonesia). Rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Edukasi yang kami bangun adalah edukasi dalam bentuk literasi, sadar literasi bagi guru, siswa dan semua yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Jangan hanya mengeluh dan menggerutu tentang pendidikan kita. Utarakan masalah anda, utarakan pendapat anda secara tertulis rapi dan argumentatif. Karena itu merupakan bagian dari edukasi kepada orangtua, siswa dan semua lapisan masyarakat.

Ini hanya bagian kecil dari usahakan kami memajukan pendidikan di Indonesia dan mencerdaskan anak bangsa. Semoga bermanfaat. Selamat membaca!

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 350 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.