Olahraga dan Olahrasa dalam menulis




Oleh : Charis Hidayat

Saya mencoba untuk mendobrak keterbatasan, disaat semua orang pandai bertutur dan berkomentar saya ingin lukiskan semuanya lewat tulisan.

Kegiatan menulis sudah selayaknya menjadi makanan sehari-hari, terlebih bagi akademisi (guru, dosen, mahasiswa). bagi seorang akademisi menulis bukan saja sekedar menuangkan ide, pikiran dan catatan harian saja. lebih dari itu menulis menjadi media penyebaran pengetahuan, menjadikan pembiasaan baik yang harus ditularkan.

Menulis memang diperlukan keinginan kuat yang timbul dalam diri, banyak orang saat antara jiwa dan pikirannya belum menyatu, menjadi terkendala saat pertama kali menulis. bisa saja dirinya menulis beberapa kata namun saat itulah tulisan yang sudah ditulis akan dihapus dan tidak dilanjutkan. ada juga yang terkadang memakai jurus kutipan, mengutip kata-kata atau beberapa kalimat milik seseorang kemudian dirinya mencoba menjabarkan sesuai dengan interpretasi dan pikirannya yang ingin dituangkan.

Yang harus dihindari adalah mencomot tulisan orang lain kemudian dimodifikasi sedemikian rupa sehingga terlihat seperti kata-kata yang keluar dari pikiranya. sungguh perbuatan yang demikian ini akan merusak citra kepenulisan, plagiasi dalam menulis memang sudah harus dijauhi, upayakan orisinalitas tulisan menjadi etika yang harus dijunjung tinggi sampai kapanpun.

Menulis, menurut hemat saya dapat dikatakan sebagai olahraga dan olahrasa. dikatakan olahraga karena dalam kegiatan tersebut melibatkan banyak unsur pada anggota tubuh yang digunakan, sedangkan olahrasa menjadi bumbu penyedap setiap tulisan yang akan disajikan.

Perpaduan olahraga dan olahrasa akan menjadikan tulisan menjadi lebih bermakna, ibarat sebuah drama sinetron di televisi perpaduan keduanya akan menjadikan penontonnya geram, sedih atau bahkan bahagia. karena menulis merupakan olahraga maka tidak sulit untuk mempelajarinya, seseorang hanya akan dituntut untuk sanggup mengikuti setiap irama yang akan dimainkanya.

Bagi semua orang menjaga kesehatan adalah keharusan, maka salah satu cara untuk dapat menjaga kesehatan adalah dengan olahraga. bagi orang yang tidak memilki banyak waktu untuk pergi berolahraga walau hanya sekedar lari-lari kecil maka olahraga menulis dapat dijadikan pilihan utama. tanpa mengeluarkan biaya, dapat dilakukan dimana saja, dan cukup dilakukan beberapa menit saja.

Olahrasa juga demikian adanya, perumpamaan orang menulis sama halnya seperti seorang cheff pembuat masakan, menggunakan beberapa bahan kemudian meramunya sebagai sebuah sajian. bahan yang digunakan bermacam-macam, seorang chef akan mencoba memadukan sehingga terciptalah hidangan yang bukan saja enak dipandang tetapi juga nikmat dirasakan.

Sentuhan-sentuhan chef pada setiap masakan yang dihidangkan tentunya berdasarkan rasa pada dirinya yang coba ditawarkan. saat dirinya mampu mengolah rasa yang disajikan dalam bentuk masakan dan kemudian disukai banyak orang maka disitulah sebuah kebahagian tergambarkan.

Idealnya,  kegiatan menulis  tidak cukup mengandalkan kekuatan fisik semata tetapi juga harus melibatkan peran hati dan perasaan, sehingga tulisan yang dihasilkan dapat setidaknya menginspirasi dan membantu banyak orang. Saat sebuah tulisan dapat menginspirasi serta membantu banyak orang maka darisitulah sesungguhnya kekuataan dan kemampuan dalam menulis dirasakan.

Perpaduan olahraga dan olahrasa dalam menulis harus banyak dilatih, sehingga tulisan yang disajikan dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. kekuatan kata-kata dalam sebuah tulisan itu dapat mengalahkan kerasnya batu saat hujan. kalau saja seseorang hanya pandai berkata-kata dalam ucapan tanpa dituliskan, hal itu akan hilang terbawa tiupan angin yang bertebaran.

Tulisan itu akan abadi sehingga dapat dinikmati oleh banyak orang lintas zaman dan lintas generasi, mencoba untuk melatih kemampuan olahraga dan olahrasa memang bukan perkara mudah, butuh proses panjang dan perjuangan yang tak kenal lelah. bagi saya melatih kedua hal tersebut cukup saya tuangkan pada beberapa paragraf tulisan yang setiap hari saya coba publikasikan, perubahan kecil yang sudah saya rasakan saat ini merupakan hasil dimana sebuah kebiasaan baik coba saya terapkan. saya mencoba untuk mendobrak keterbatasan, disaat semua orang pandai bertutur dan berkomentar saya ingin lukiskan semuanya lewat tulisan. Maka menulislah walau hanya satu kata.

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 321 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.