Tutur Kata Tulisan




Oleh : Charis Hidayat

Orang yang hanya pandai bertutur kata itu menjadi tak berharga, tatkala apa yang ia ucapkan tak sesuai dengan apa yang ia lakukan, orang bertutur kata hakikatnya juga sedang menuturi dirinya sendiri agar berbuat seperti apa yang diucapkan. Namun kadangkala saya merasa heran, mereka yang pandai mengolah kata, memiliki wawasan dan pengetahuan luas, justru memanfaatkan kelebihan yang dimiliki untuk kepentingan pribadinya sendiri dengan banyak mengorbankan orang disekelilingnya.

Tipikal orang seperti ini memang memiliki kelihaian saat bertutur, sehingga siapapun yang mendengarkan ucapanya dibuat seolah tak berdaya. Ibarat benda magis semua ucapanya memiliki daya tarik tersendiri bagi pendengarnya, terlebih ketika kondisi orang tersebut berada pada titik kecemasan. Orang seperti ini biasanya akan dengan mudah mempengaruhi sekelilingnya, tentu pengaruh yang diakibatkan bisa saja menjurus ke perangai negatif atau positif.

Diakui atau tidak setiap orang memang memiliki beberapa kelebihan yang secara fitrah dimiliki. Kelebihan-kelebihan yang dianugrahkan oleh-Nya kepada setiap manusia harusnya dimanfaatkan pada jalan-jalan yang benar. Jangan sampai seseorang yang pandai bertutur, mereka hanya manis di lidah saja tapi pahit saat dirasakan.

Keunggulan orang yang pandai bertutur, berbanding terbalik dengan mereka yang pandai berkata lewat tulisan. Mereka yang pandai berkata lewat tulisan mencoba untuk merekam segala ucapan dan idenya melalui ikatan yang dinamakan tulisan. Bertutur pun tak semuanya salah, jika apa yang diucapkan memang berdasarkan kebenaran, itu menunjukkan kepada hal yang memang sesungguhnya terjadi.

BACA JUGA PENTINGNYA BERBAHASA

Andai saja mereka yang pandai bertutur tersebut, memiliki keinginan untuk menuliskanya pada tulisan mungkin hal itu akan lebih baik serta menjadikan nilai tambah tersendiri dimata orang lain. Sayangnya mereka yang hanya pandai bertutur lebih suka untuk berkomentar, mengkritisi sesuatu, bahkan kadang juga mencela sebuah kegiatan. Orang-orang yang demikian inilah,  menjadikan dirinya seolah lebih dan unggul jika dibandingkan dengan orang lain.

Tentunya orang yang banyak omong atau banyak tutur idealnya harus banyak-banyak bercermin, cermin yang harus digunakan pun haruslah cerminan kepribadian yang lebih santun dan saling menghargai. tergelincirnya lisan memang cukup bahaya, resiko yang diakibatkannya memang cukuplah besar. Memadukan kecakapan dalam berkata lewat lisan dan tulisan menjadi sebuah solusi alternatif.

Saat hanya banyak orang memiliki omongan besar tanpa ada kerja nyata, maka saat itulah perpaduan ini dapat mengambil peran. Peran untuk dapat memadukan lisan dan tulisan menjadi sangat penting karena memiliki daya jelajah lebih luas serta rentang waktu yang lebih lama.

Menciptakan keberagaman melalui penciptaan nilai-nilai luhur lisan dan tulisan yang tersebar di beberapa daerah menjadi sebuah kewajiban. Menjadikan perkataan lisan dan tulisan sebagai budaya unggulan perlu aturan dan proses panjang yang harus disiapkan. Meminimalisir banyak omongan dengan banyak tulisan bukan tidak mungkin dijadikan sebuah aktivitas harian.

Siapa yang tidak mengenal sosok hebat seperti mahapati Gajahmada, yang dikenal karena ketangguhan dan keberaniannya, selain itu juga dikenal dengan sumpah palapanya. Dahulu kala Gajahmada pernah bersumpah melalui ucapannya, kemudian sumpah itu dituliskan sehingga dapat dikenal lewat tulisan hingga saat ini oleh banyak orang. Bagi saya keunggulan seseorang akan dapat terlihat jelas, saat dirinya mampu mengkombinasikan wawasan dan pengetahuan yang ia miliki menjadi buah karya dalam bentuk lisan dan tulisan. Atau yang biasa disebut dengan ungkapan “pendekar tanpa ajian”.

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 282 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*