2 Kunci Menjadi Mahasiswa Impian




Oleh : Charis Hidayat

Eskalasi kehidupan memang begitu rumit untuk dipetakan, memetakan kehidupan setiap orang tidak akan sama, ibarat mengurai benang kusut, itu tetap akan sulit apabila dipaksakan. Masing masing orang memiliki gaya tersendiri dalam menghadapi setiap fenomena kehidupan. Gaya yang ditunjukkan merupakan akumulasi dari pengalaman kehidupan yang sering dihadapinya.

Mahasiswa sebuah sebutan akademik yang disematkan untuk setiap orang, saat dirinya mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan. Sebutan yang menunjukkan bahwa dirinya siap untuk melaksanakan berbagai hal terkait dengan pengembangan diri,keilmuan dan perluasan wawasan. Sebutan yang entah sejak kapan panggilan tersebut mulai digunakan. Saat seseorang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (sma) banyak sekali yang mendambakan untuk dapat melanjutkan studinya ke jenjang berikutnya. Bahkan ujian demi ujian untuk sampai level yang diimpikan mereka lalui satu persatu. Peralihan seseorang dari status siswa menjadi mahasiswa diperlukan usaha dan doa yang tiada henti.

Tak jarang kesiapan mental yang kurang, bagi sebagian orang untuk dapat mengarungi status kemahasiswaanya membuat dirinya minder dan tak percaya diri. Sehingga tatkala dirinya sudah menjadi seorang mahasiswa, akhirnya seringkali dibuat bingung perihal apa yang harus dilakukan. Selain kesiapan mental, kemampuan untuk beradaptasi juga menjadi kendala tersendiri bagi sebagian mahasiswa. Adakalanya mereka dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya, tapi seringkali membutuhkan proses lama untuk bisa benar beradaptasi. Kedua problema ini hampir semua mahasiswa pernah mengalaminya, cepat atau tidaknya seseorang mengatasi 2 kendala utama itu bergantung pada kondisi jiwa (internal) dan lingkungan (eksternal).

Ibarat sedang menaiki kereta api, antar gerbong yang dinaiki satu sama lain saling bergandengan hingga sampai kota tujuan. Gerbong-gerbong tersebut berjalan seiring sejalan pada satu tujuan, walaupun orang yang terdapat didalam gerbong tersebut berlainan agama,suku,dan pendidikan mereka tetap komitmen pada satu keinginan yaitu selamat dan segera sampai pada tujuan. Seseorang yang memiliki tujuan yang jelas tentang apa dan bagaimana untuk mencapainya akan semakin mudah dijalankan. Berbanding terbalik pada sosok orang yang tak memiliki tujuan mereka berjalan dan bergerak tanpa tahu hendak kemana. Mereka akan selalu bergantung pada keajaiban, berharap dengannya akan merubah semua arah tujuan kehidupan.

BACA JUGA – KELAS KOMPETISI ATAU KELAS INKLUSI ? 

Mahasiswa harusnya cukup memiliki tujuan dan impian yang jelas, itu dijalani dan dikerjakan bukan lantas sekedar diucapkan tanpa ada tindakan. Banyak dari mahasiswa memang memiliki tujuan namun mereka juga sering diombang- ambingkan, bukan karena mereka lelah untuk sampai pada tujuan. Tetapi mereka seringkali lupa pada apa yang sudah dicanangkan sehingga mudah sekali terbawa arus perubahan pada pertemanan. Mungkin saja mereka bingung karena banyaknya tuntutan yang datang, tuntutan mulai dari tugas perkuliahan sampai tuntutan pekerjaan yang harus segera dituntaskan.

 

 

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 357 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.