Dosen Masa Kini




Oleh : Charis Hidayat

Pendidikan memiliki tiga proses yang saling kait mengait dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Pertama, sebagai proses pembentukan kebiasaan (habit formation). Kedua, sebagai proses pengajaran dan pembelajaran (teaching and learning process), dan ketiga adalah sebagai proses keteladanan yang dilakukan oleh para dosen (role model).

Namun seringkali seorang dosen salah dalam mengartikan antara mendidik dan mengajar, Umumnya mendidik sering dimaknai sama dengan mengajar. Sebenarnya, makna mendidik lebih luas dibandingkan dengan mengajar. Mendidik dapat dilakukan dengan cara mengajar, sebagai misal mengajar di dalam kelas, tidak selalu sebagai proses untuk mendidik.

Memang, mendidik dan mengajar sering dimaknai secara tumpang tindih. Seorang dosen mengajar di dalam kelas dengan maksud untuk mendidik mahasiswanya. Lebih dari itu, tingkah laku dosen akan menjadi faktor yang penting dalam proses pendidikan, karena tingkah laku dosen akan menjadi suri tauladan bagi mahasiswanya.

Idealnya seorang dosen agar dapat melaksanakan proses pendidikan dan pengajaran, harus memiliki seperangkat kompetensi yang harus dikuasai dan dimiliki. Namun, sangat disayangkan kompetensi-kompetensi yang harusnya dimiliki oleh setiap dosen seringkali diabaikan.

BACA JUGA – JANGAN SALAH DENGAN PRESTASI SEKOLAH

Potensi manusia indonesia untuk menjadi seorang dosen yang memiliki kompetensi unggul memang diakui cukup berlimpah jumlahnya. Hanya saja kebanyakan dari mereka yang memiliki potensi bagus untuk jadi pengajar atau dosen enggan untuk seutuhnya menjadi pengajar atau pendidik.

Penyebab utamanya diantaranya adalah masalah kesejahteraan yang didapat tidak sesuai menurut takaran mereka. Akibatnya posisi pengajar atau dosen banyak diisi oleh mereka yg sebenarnya hanya terpaksa untuk sekedar mendapatkan penghasilan, karena tidak bisa atau takut kalah bersaing dengan mereka-mereka yang memilik potensi.

Tentunya memang tidak semua kualitas dosen yang ada buruk, hal ini dapat dilihat dari tren kemajuan pendidikan khususnya pada tataran pendidikan tinggi. Saat ini sudah mengalami perkembangan yang menggembirakan. Terbukti jumlah publikasi ilmiah yang dilakukan oleh para dosen di indonesia menunjukkan progres yang baik, terlebih dapat bersaing dengan negara tetangga khususnya di kawasan asia tenggara.

Progres baik ini menjadi modal utama bagi instansi terkait untuk membuat kebijakan-kebijakan strategis tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia (dosen), hal ini dirasa perlu sebab poros utama perubahan kemajuan pendidikan menuntut adanya sumber daya yang memiliki kompetensi unggul.

Keseluruhan kompetensi unggul dosen tersebut harus dibungkus dengan sikap dan kepribadian yang baik. Salah satu nilai paling penting dalam sikap dan kepribadian dosen yang baik itu adalah rasa cinta yang mendalam pada profesinya, sebagaimana yang diutarakan oleh seorang sastrawan kondang dari Madura, D. Zawawi Imron, yang menyatakan bahwa “Guru yang baik ialah yang menganggap semua muridnya sebagai anak-anaknya sendiri, yang setiap hari akan mendapat curahan kasih sayangnya. Guru yang baik ialah yang memberikan masa depan cemerlang dengan membekali anak didiknya dengan visi yang tajam dan ilmu yang menjanjikan. Guru yang demikian adalah guru yang berjasa meskipun tanpa diberi tanda jasa. Guru yang demikian substansinya adalah pahlawan“.

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 350 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.