PIMNAS 2017, ITS Surabaya Kirim 23 Tim




Tahun 2017 ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil meloloskan 23 tim terbaik untuk beradu dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXX di Makassar, 23-28 Agustus mendatang. Meski jumlah tim yang lolos terbanyak ke-4, ITS tetap optimistis targetkan raih juara umum.

Kontingen ITS Surabaya ini dilepas secara simbolis oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MscES PhD, Sabtu (19/8), di Ruang Sidang Rektorat ITS. Pada kesempatan ini, Joni mengingatkan tim pada semboyan yang mereka buat sendiri yaitu, Pantang Pulang Sebelum Menang. “Menjadi juara umum adalah target utama ITS,” tegas Joni optimis.

Joni meminta agar kontingen yang hendak berjuang dalam PIMNAS nanti selalu yakin untuk pulang dengan membawa juara. “Selama bertahun-tahun, ITS tidak pernah terlempar dari posisi empat teratas,”ujarnya mengingatkan.

Ia mengimbau agar hal ini tidak menjadi beban, melainkan menjadi pacuan. Pria murah senyum ini berharap agar kontingen ITS tahun ini mampu mempertahankan juara yang sudah menjadi tradisi. “Yakinilah bahwa anda di sini (PIMNAS, red) adalah juara. Seseorang akan berhasil jika ia yakin bahwa dia akan berhasil,” tandasnya menyemangati. Dorongan inilah, lanjut Joni, yang akan menyinergikan antara keyakinan, ucapan, dan perbuatan.

Selaku Rektor, Joni mengarahkan pada delegasi ITS agar berbesar hati dalam menghadapi tantangan selama PIMNAS ke depan. Target untuk menjadi juara umum bukanlah hal yang mudah. Bak orang yang hendak berperang, Joni meminta agar tim merancang strategi dengan baik. “Mampu saja tidak menjamin dapat menjadi juara. Anda harus menguasai materi yang akan dibawakan, presentasi harus menarik serta cara menjawab juga harus diperhatikan. Semua harus dipikirkan matang-matang,” tuturnya memberi saran.

Ia menjelaskan bahwa semua akan berjalan dengan baik apabila setiap tim telah berlatih dengan jerih payah. Welly Herumurti ST MSc, penanggung jawab dari dosen Penalaran menjelaskan bahwa ITS memiliki peluang menjadi juara umum dengan meraih 15 medali emas. “Meskipun ada beberapa bidang yang belum berhasil ITS ampu, kami tetap optimistis bisa juara umum,” tandasnya penuh percaya diri.

Dari jumlah tim secara keseluruhan, terdapat dua tim yang menjadi wakil ITS dalam PKM-Gagasan Tertulis. Sedang lebihnya adalah PKM dari 5 bidang. “ITS kehilangan kesempatan meraih emas dalam bidang PKM-Pengabdian Masyarakat dan PKM-Teknologi,” terang dosen Teknik Lingkungan ini menambahkan.

Dari peringkat jumlah tim, ITS telah menduduki posisi empat. Dalam PIMNAS yang akan berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mendatang, tim dari ITS hanya perlu mendongkrak sedikit. “Setiap tim telah mengantongi penilaian sebesar 40 persen. Saya meminta dengan sangat agar tim berjuang semaksimal mungkin demi 60 persen sisanya,” jelas pria berkacamata ini.

Dalam seremoni ini, hadir pula Ketua Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IKOMA) ITS, Ir Zainal Arief Rosman. Kali ini, IKOMA menghibahkan uang senilai Rp 60 juta untuk pemberangkatan ke Makassar. Ia juga turut memberikan doa agar delegasi ITS pulang dengan membawa kabar gembira. (HUMAS ITS)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 358 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.