IKOMA Scholarship di UPT Bahasa dan Budaya ITS




SURABAYA – UPT Bahasa dan Budaya ITS selalu membuat terobosan menarik bagi mahasiswa dan civitas akademika ITS. Kali ini, terobosannya adalah Ikoma Scholarship. Ratna Rintaningrum, PhD, Kepala UPT Bahasa dan Budaya ITS, menjelaskan bahwa terkait dengan program IKOMA SCHOLARSHIP merupakan kerjasama IKOMA dan UPT Bahasa ITS.

“Program ini dibiayai oleh IKOMA. Program tersebut kami namakan Program Mencerdaskan Anak Bangsa karena memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar bahasa Inggris secara cuma-cuma di UPT Bahasa dan Budaya ITS”, ungkap Ratna Alumnus S3 Australia ini.

Mengapa tidak berbayar? Menurut Ratna, agar mahasiswa ITS memiliki kesempatan yang sama seperti mahasiswa lain yang mampu membayar sendiri. “Memang mahasiswa ITS karakternya bermacam-macam. Kelompok yang belum mencapai syarat lulus tersebut tetap harus diperhatikan dan ditolong”, ujarnya.

Program ini berangkat dari keprihatinan dan kepedulian dari semua pihak. “Saya sendiri sebagai Ka UPT Bahasa dan Budaya, tidak rela kalau hanya untuk kelulusan harus mencari jalan dari universitas lain. Tidak boleh lagi terjadi seperti itu. Kita harus mampu menyelesaikan masalah kita sendiri”, imbuhnya.

Ratna mengharapkan bahwa untuk mahasiswa ITS terkait sertifikat EFL-nya adalah keluaran UPT Bahasa ITS. “UPT Bahasa siap membantu. Diantaranya melalui program ini sebagai salah satu upaya untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa ITS yang score EFL nya belum mencapai syarat kelulusan”, kata Ratna bersemangat.

BACA JUGA – Spektronics ITS, Wakil Indonesia Pertama, di AIChE Chem-E-Car Competition AS

Terkait dengan IKOMA, Ratna selaku kepala UPT Bahasa menyampaikan banyak terima kasih sudah banyak bantuan yang diberikan kepada UPT Bahasa dan Budaya. “Mulai sarana dan prasarana kelas, pertamanan yang kami gunakan untuk outdoor learning, biaya pendidikan gratis, hingga sponsor untuk beberapa event di UPT Bahasa”, ungkapnya dengan penuh syukur.

“Oleh karena itu, kelas-kelas di UPT Bahasa sudah dilengkapi dengan komputer, screen otomatis dan LCD terbaru. Yang jelas sudah memberikan performanca yang jauh lebih baik”, imbuhnya.

“Kami berharap hubungan yang baik ini tetap berlanjut, karena bantuan yang diberikan memberikan hasil yang nyata dan mampu dipertanggungjawabkan. Semuanya dikembalikan untuk membangun ITS”, harapnya.

Dengan bantuan 300 juta dari IKOMA untuk kursus gratis ini, mampu menampung 496 mahasiswa. Tetapi UPT Bahasa dan Budaya ITS akan menambah dan meng cover 950 mahasiswa dengan kuota 25 orang per departemen. Memang kalau melihat tupoksi UPT Bahasa dan Budaya, hal- hal tersebut di atas sangat kontradiktif. UPT Bahasa diberikan tugas untuk men generate income, di lain pihak, memberikan layanan gratis.

“Ya ini lah tantangan yang sangat positif bagi UPT Bahasa, kami yakin dengan bantuan dan support dari ITS, IKOMA, dan pihak-pihak lain semuanya akan berjalan dengan lancar dan manfaat bagi semua”, ungkapnya. (Humas ITS).

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 406 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.