Pelindo III Apresiasi LPPM ITS dalam Mengelola Potensi Wisata eks-Kampung Dolly




SURABAYA – Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tiada henti dalam mengabdi untuk negeri. Kali ini, tim dosen pengabdian kepada masyarakat dari UPT PMK Soshum melakukan pengabdian di eks lokalisasi kampung Dolly, kampung Putat Jaya, Surabaya. Menurut Eka Dian Savitri selaku ketua tim pengabdian menyatakan bahwa agenda ini merupakan salah satu wujud komitmen ITS peduli dengan masalah sosial di sekitar kampus.

Eka Dian menginformasikan bahwa agenda pengabdian ini berjalan sukses karena didukung oleh berbagai pihak internal dan eskternal kampus dan eks kampung Putat Jaya. “Dari ITS, dukungan utama dari Pusat Studi Potensi Daerah pemberdayaan Masyarakat (PDPM-LPPM ITS). Sedangkan dari kampung Putat Jaya adalah jajaran pimpinan kelurahan, RT-RW dan Karang Taruna. Karena itu, diucapkan banyak terima kasih”, ungkap Eka.

Eka Dian menambahkan bahwa kegiatan pengabdian ini selai dilakukan oleh Tim pengabdi yang berjumlah 9 dosen dari UPT PMK Soshum ITS Surabaya, juga melibatkan mitra di lapangan. “Pengabdian ini juga didukung oleh mitra kami di lapangan, yakni dari Yayasan Melukis Harapan (GMH). Dan peserta pelatihan ini dari semua pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kelurahan Putat Jaya”, imbuhnya.

Dalam proses pelatihan yang diselenggarakan pada tanggal pelaksanaan: 23 Juli 2017 tersebut dilanjutkan dengan praktik dari hasil pelatihan pada 27 Agustus 2017. “Pelatihan ini memang tidak hanya berbasis teori saja, tetapi juga langsung praktik langsung agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi pemuda-pemudi di Karang Taruna kampung Putat Jaya”, kata Eka.

BACA JUGA – IKOMA Scholarship di UPT Bahasa dan Budaya ITS

“Ini termasuk model pelatihan praktis. Tujuannya untuk melatih tim Karang Taruna Putat Jaya khususnya agar dapat mengelola dan memandu bisnis perjalanan kampung wisata eks dolly dan kaitannya dengan penguatan ketrampilan entrepreneurship”, ujar Eka.

Eka menjelaskan latar belakang pelatihan ini termasuk salah satu kebutuhan dan keinginan masyarakat eks-lokalisasi Dolly yang berkaitan dengan softskill. “Seperti diketahui bahwa pada tahun 2016, eks Dolly diresmikan oleh pemkot Surabaya sebagai tujuan wisata perkotaan baru. Karena itu, diperlukan usaha promosi dari komunitas eks dolly untuk mengubah citra eks dolly lebih positif. Kebetulan pula, Karang Taruna disana sudah membentuk unit kerja pariwisata dolly, namun belum efektif dan optimal”, ungkap Eka.

“Alhamdulillah, setelah pelatihan direspon baik oleh masyarakat sekitar. Beberapa hasil yang dicapai diantaranya: pertama, terbentuknya unit kerja pariwisata karang taruna Putat Jaya yang memiliki pengalaman mengelola dan memandu wisata. Kedua, berdirinya Museum Dolly di balai RT 6 RW 6 Dukuh Kupang”, jelasnya.

“Ketiga, tim Karang Taruna berhasil menyusun proposal pengajuan program pembangunan kampung wisata eks dolly kepada Pelindo III didampingi oleh tim pengabdi ITS dan GMH. Keempat, Pihak Pelindo III bersedia bermitra dengan ITS dalam membangun kampung wisata eks dolly sebagai tindak lanjut pengabdian kepada masyarakat yang penting dilakukan”, imbuhnya. (Humas ITS).

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 350 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.