UMSurabaya Lepas Mahasiswa PPL dan KKN Internasional




SURABAYA – Sebanyak 17 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya berangkat ke Thailand Selatan. Mereka akan mengikuti program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional selama dua bulan, 5 November 2017-24 Januari 2018.

Ke-17 mahasiswa tersebut berasal dari 15 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan 2 mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI).

Program ini sejalan dengan Trisula Universitas di bidang internasionalisasi. Dengan demikian, program ini akan meningkatkan branding universitas di level internasional,” ujar Rektor UM Surabaya Dr. dr. Sukadiono dalam acara pelepasan mahasiswa PPL Internasional di Ruang Rektorat, Jumat (3/11/2017).

BACA JUGA – PAI UMSurabaya bekali Mahasiswa dengan Digital Learning

Dia lalu menjelaskan, kegiatan PPL dam KKN internasional ini di bawah koordinasi Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Pendidikan (P4) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakay (LPPM) UM Surabaya. Tahun ini bertema ”Akulturasi Budaya Melalui PPL & KKN Internasional Menuju UM Surabaya Menjadi World Class University”.

Sukadiono berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik universitas dan banyak menimba ilmu dan pengalaman di Negeri Gajah Putih.

Kepala P4 UM Surabaya Dr Lina Listiani menjelaskan, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan mengajar bagi mahasiswa calon guru.

“Selain itu juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa calon guru untuk mendapatkan pengalaman di lingkungan global,” papar dia.

Di akhir kegiatan, imbuh Lina, mahasiswa diharapkan agar menularkan pengalamannya semasa di Thailand Selatan kepada mahasiswa lainnya.

“Ini agar mereka dapat senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan,” pungkasnya. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 281 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*