Usung Smart Eco Campus, ITS Pertahankan Gelar Kampus Hijau




SURABAYA – Bersaing dengan 618 perguruan tinggi seluruh dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil bercokol di peringkat 57 versi UI Green Metric World University Ranking tahun 2017. Pemeringkatan yang sudah berjalan delapan tahun ini berlandaskan tiga filosofi E’s, yaitu kualitas lingkungan (environment), ekonomi (economy), dan keadilan (equity).

Di Indonesia sendiri, ITS menduduki peringkat ketiga setelah Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Hasil pemeringkatan UI Green Metric World University Ranking 2017 tersebut telah dirilis secara resmi di kampus UI Depok pada 11 Desember lalu.

Sekretaris ITS, Dr Dra Agnes Tuti Rumiati MSc, mengungkapkan bahwa capaian ini tak lepas dari pengembangan dalam bidang pengelolaan berbasis lingkungan. Salah satunya adalah program ITS Smart Eco Campus. Program ini merupakan inisiatif ITS dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan di lingkungan kampus dengan memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan dalam kampus. “ITS percaya bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu berjalan selaras dengan alam,” ungkap Agnes dalam jumpa awak media, Rabu (13/12).

Program yang telah diusung sejak tahun 2011 ini adalah komitmen ITS untuk bisa berperan aktif dalam penerapan gaya hidup yang berwawasan lingkungan. Program ITS Smart Eco Campus memanfaatkan setiap elemen yang ada di kampus untuk menciptakan pembangunan yang ramah lingkungan.

BACA JUGA – Serius Garap Inovasi, ITS Kupas Kekayaan Intelektual lewat SPIRE

“Tahun ini, ITS di antaranya menelurkan inovasi bus kampus gratis, bus listrik, produksi massal motor listrik GESITS, mobil hemat energi Sapuangin XI Evo, dan banyak inovasi lainnya,” papar dosen Departemen Statistika ITS ini. Dengan modal inovasi tersebut, lanjut Agnes, ITS bahkan berhasil mengungguli UI dalam aspek energi dan perubahan iklim dengan raihan sebesar 1.326 poin.

Lima aspek lain yang menjadi parameter dalam pemeringkatan Green Metic University 2017 ini yaitu kualitas infrasturktur kampus (15 persen), pengelolaan sampah (18 persen), penggunaan air (10 persen), transportasi (18 persen), dan pendidikan (18 persen). Total keseluruhan poin yang diraih ITS yaitu 6.059 poin. Hanya terpaut 7 poin dengan IPB yang berhasil bercokol di posisi kedua se-Indonesia.

Saat mengumumkan hasil pemeringkatan tersebut, Ketua UI Green Metric Prof Dr Ir Riri Fitri Sari MSc MM sempat menyampaikan inisiasi baru mengenai jejaring forum bagi perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam pemeringkatan ini. Tahun ini diluncurkan UI Green Metric World University Rankings Network, di mana para institusi dapat saling bertukar pengalaman dan ilmu demi mewujudkan dunia ramah lingkungan.

Beberapa langkah nyata yang telah dilakukan antara lain menyelenggarakan lokakarya internasional, bekerja sama dengan Universitas Bulent Ecevit dan Universitas Istanbul, Turki. Selain itu, UI Green Metric juga menggelar Lokakarya Nasional di tujuh perguruan tinggi dalam dan luar negeri seperti Universitas Diponegoro, Kazakh National Agrarian University, El Bosque University, University of Sao Paulo (USP), University of Bologna, Aalborg University, dan People’s Friendship University. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 350 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.