CommTech Camp ITS Ajak Peserta Sumbang Ide untuk Surabaya




SURABAYA – Mengusung tema Solving Local Problems With The Global Knowledge, gelaran CommTech Camp Insight 2018 oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menarik antusiasme ke-74 peserta untuk ikut mengulik sisi lain Kota Surabaya. Berlangsung di Teater A kampus ITS Surabaya, Kamis (25/1), para peserta yang berasal dari 20 negara kali ini mendapatkan materi pengenalan mengenai salah satu inovasi terkini di Surabaya, yaitu Surabaya Smart City.

“Seperti beberapa negara lainnya, sistem smart city ini akan dibagi ke beberapa bidang, seperti smart people, mobility, government, environment, living dan economy,” ungkap Maria Anityasari ST ME PhD, Direktur Hubungan Internasional ITS, yang tampil sebagai pemateri.

BACA JUGA – Prospek Alumni FTK ITS di Bidang Maritim, Industri Pelayaran dan Pelabuhan

Selepas mendapatkan materi Kota Surabaya, ke-74 peserta yang berasal dari berbagai universitas mancanegara tersebut ditantang untuk memberikan tanggapan terkait permasalahan yang ada di Surabaya.

Tanggapan tersebut bisa berupa pertanyaan, ide, maupun harapan atau ekspektasi peserta terhadap Kota Surabaya.
Peserta dapat menuliskan tanggapan mengenai inovasi smart city dan subcourses mereka, yaitu Sociopreneurship in Action, Sustainable Development in Developing Countries, Managing Sustainable Coastal Development, serta Exploring Indonesia Art & Culture.

“Meskipun Surabaya adalah tempat yang baru bagi saya, tapi saya cukup senang bisa menyumbang sedikit ide untuk kota ini,” tutur Cai Yanqi, peserta dari Harbin Institute of Technology (HIT).

Kemudian mahasiswi asal Tiongkok ini juga memberikan usulannya terkait smart living di Surabaya. “Menurut saya, pemerintah Surabaya perlu mengembangkan sektor budaya, karena hal itu bisa memberi kontribusi yang cukup baik,” lanjutnya menyarankan.

Tidak hanya menulis gagasan, beberapa peserta juga mempresentasikan hasil pemikiran masing-masing sesuai dengan subcourses yang telah dipilih sebelumnya.

“Nantinya, ide yang ditulis para peserta CommTech ini juga akan kami bawa saat melakukan diskusi bersama pemerintah kota Surabaya,” ujar Maria. Ia berharap semua ide-ide yang telah disampaikan peserta tersebut bisa memberikan dampak positif yang lebih baik lagi bagi perkembangan Kota Surabaya ke depannya. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 322 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.