Usia 69 Tahun, Dosen Sipil ITS Telah Raih 50 Kejuaraan Billiard




SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut merasa bangga atas dedikasi, kotribusi dan prestasi dosen Teknik Sipil, Ir Ananta Sigit Sidharta, MSc., PhD. Meski umur bisa dibilang sudah menginjak tua, Ananta masih tetap semangat menjadi dosen Teknik Sipil ITS dan bermain Billiard.

Sepak terjang Ananta dalam olahraga patut menjadi inspirasi, karena ia sudah berkali-kali menjadi juara internasional pada cabang olah raga billiard, sehingga dikenal sebagai pemain yang ditakuti lawan.

Keahliannya memang patut dibanggakan karena hampir sebanyak 50 prestasi telah mampu dicapai dalam usianya saat ini. “Bermain billiard itu seperti belajar memahami seni karena menuntut keterampilan, teknik, dan keuletan,” tutur Ananta.

Dari segudang prestasi tersebut, diperoleh 31 piala emas, 8 piala perunggu dan 11 piala perak. “Untuk mendapatkan prestasi sebanyak itu, ada teknik tersendiri bagi saya dalam bermain dan bertanding,” pungkas Ananta.

BACA JUGA – Manfaatkan DNA Pasien, Mahasiswa ITS Mampu Deteksi Penyakit Leukimia

Dalam teknik bermainnya, Ananta bisa dibilang cukup menakutkan bagi lawan karena pemukulan bola yang tepat sasaran, terus menerus, dan jarak antar bola yang berjauhan sehingga lawan berasa kesulitan dan gugup dalam pemukulan bola selanjutnya sehingga tidak heran 31 piala emas mampu ditorehkan.

Pemukulan bola yang tepat terus-menerus, juga merupakan faktor utama menjadi seorang pemenang bermain billiard. Seperti diketahui, dalam peraturannya, lawan tidak akan bermain sampai lawannya yang sedang bermain melakukan kesalahan teknik atau pemukulan bola yang tidak tepat. “Jika lawan menunggu dalam waktu lama ketika saya bermain, maka lawan akan terasa jenuh sehingga akan berdampak pada semangatnya dan kefokusannya dalam bermain,” jelas Ananta

Salah satu dari prestasi yang telah ditorehkannya mampu mengantarkan Ananta menjadi pemecah rekor dunia dalam kompetisi billiard jenis libre tunggal putra di ajang the 14th SEA GAMES Jakarta tahun 1987 dengan nilai rata-rata 60,00.

Meskipun nilai tersebut diperoleh waktu masih muda. Namun, saat diwawancarai, Ananta mengaku masih memiliki tekad kuat untuk menjadi pemecah rekor lagi kedepannya. Ambisinya tersebut, telah mengantarkan Ananta untuk menjadi pemain billiard lagi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Bandung pada tanggal 19-29 September 2016 lalu. Alhasil, tim dari Komite Olaraga Nasional Indonesia(KONI) Jawa Timur turut andil dalam mengapresiasi dan memberikan penghargaan berupa meja billiard dari Amerika.

“Banyaknya prestasi yang saya raih, bukan sebuah keberuntungan melainkan kerja keras saya dari umur 15 tahun hingga sekarang. Di umur 15 tahun tersebut saya mulai mengenal billiard. Ketika bermain saya selalu didampingi serta dilatih oleh paman saya yang biasa menjadi pemain billiard di ajang PON”. pungkas Ananta.

Semangatnya dalam bermain billiard dari umur 15 tahun, membuat Ananta menjadi sosok pemain yang selalu terlibat dalam perlombaan bidang olahraga antar kota sampai internasional. Diantaranya terdapat sebanyak 25 kali mengikuti Kejuraan Nasional (Kejurnas), 11 kali mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON), 6 mengikuti kali SEA GAMES, serta 7 kali perlombaan lainnya. “Meski usia sudah berumur, semangat untuk bermain dan berbagi ilmu serta pengalaman terus saya coba lakukan untuk keberlanjutan prestasi bangsa ini,” ungkapnya. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 424 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.