ITS Gelar Kompetisi Inovasi Mobil Energi Reaksi Kimia Chem-E Car




SURABAYA – Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar lomba Indonesia Chem-E Car Competition (ICECC). Agenda ini merupakan satu-satunya lomba inovasi mobil di bidang Teknik Kimia yang ada di Indonesia.

Ajang ini terbuka bagi mahasiswa Indonesia. Gelaran agenda ini telah berlangsung selama empat hari terhitung sejak 22-25 Maret 2018.

Dari 34 tim yang mendaftar hanya diambil 20 tim terbaik. Awal pendaftaran, ada beberapa tim yang berasal dari luar negeri, salah satunya dari Jepang. Namun, karena ada kendala dalam pendanaan dan lainnya, sehingga mereka tidak bisa lanjut ke tahap final.

Tim finalis yang lolos ini nantinya akan masuk ke dalam ke tahap race run attemp yang digelar pada hari ini, Sabtu (24/3). Pada tahap ini, setiap tim dituntut untuk menunjukkan kemampuan dari prototype mobil yang mereka buat.

“Peserta diwajibkan mengaplikasikan ilmu keteknik-kimiaan dalam bentuk mobil yang digerakkan oleh energi dari reaksi kimia dengan membawa beban dalam jarak tertentu,” jelas Zuhdi Rizaldi selaku Ketua Panitia ICECC 2018.

Menurut penjelasan dari mahasiswa Teknik Kimia tersebut, setiap tim harus menempuh jarak sejauh 25 m. Dalam hal ini, setiap tim ditantang untuk membuat mobilnya bisa berhenti pada jarak yang sudah ditentukan oleh panitia. “Penilaian dititikberatkan pada kemampuan mobil supaya bisa berhenti pada race tertentu dengan error yang paling kecil,” paparnya.

BACA JUGA – National Symposium 2018 Soroti Pengembangan Kendaraan Listrik Tanah Air

Menariknya, tim kebanggaan ITS Spektronics juga turut andil menunjukkan kiprahnya dalam ajang tersebut dan berhasil mendapat poin tertinggi pada race attempt pertama.

Selain tim dari ITS, ada juga perwakilan dari kampus di Indonesia. Diantaranya seperti Institut Teknologi Bandung(ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Bandung, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Islam Indragiri (UNISI), Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Syiah Kuala (UNSYIA K), Institut Teknologi Nasional (ITENAS), LNG Academy, Universitas Diponegoro, dan Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Dalam ajang ini, ada beberapa kategori yang bisa diraih oleh peserta, antara lain kategori umum juara satu, dua, dan tiga. “Juga ada best poster, best concept and design, best economical car, best video profil, dan best accumulation,” ungkapnya.

Ke depannya, Zuhdi berharap gelaran lomba ini bisa berkembang lebih baik lagi dan mampu menarik minat mahasiswa Teknik Kimia untuk berlomba dalam membuat mobil dari reaksi kimia. “Semua itu tentu untuk memberikan sumbangan dalam kemajuan inovasi bangsa Indonesia tercinta, khususnya dalam bidang Teknik Kimia,” imbuhnya. (red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 350 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.