MMT ITS Bekali Mahasiswa dengan Financial Management




SURABAYA – Departemen Magister Manajemen Teknologi (MMT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Tjokroaminoto, Surabaya sukses mendatangkan Prof Pan Wei Hwa dari National Yunlin University of Science and Technology (YunTech) Taiwan. Dalam kuliah tamu yang bertajuk Financial Management itu, pria yang memperoleh gelar doktornya di University of Birmingham ini mengajarkan mengenai Foreign Direct Investment (FDI) dan political risk didalamnya, Kamis (12/4).

Dalam kuliah tamu yang menjelang tengah malam ini Prof Pan menjelaskan ekspor dan impor merupakan salah satu bukti bahwa perekenomian sudah makin mengglobal. Namun, beberapa masalah muncul karena hal itu, di antaranya biaya transportasi yang tinggi, adanya hambatan dari pemerintah negara tujuan ekspor. “FDI merupakan cara yang digunakan oleh perusahaan untuk mengatasi masalah tersebut,” terang ketua BA Departement di Yuntech itu.

FDI adalah sebuah proses atau cara dalam melakukan investasi ke luar negeri. Yang dimaksud dengan FDI adalah dimana perusahaan multinasional membangun anak perusahaan mereka di negara lain, yang menjadi tujuan ekspor untuk mempermudah kegiatan ekspor-impor. “Beberapa negara maju adalah sumber arus keluar FDI. Namun, Beberapa negara berkembang, seperti Cina dan Meksiko, telah mulai melakukan FDI, meskipun dalam skala kecil,” imbuhnya.

BACA JUGA – Mahasiswa ITS Ciptakan Beton Berbahan Ramah Lingkungan

Prof Pan menghimbau kepada mahasiswa untuk memerhatikan political risk jika nantinya menerapkan FDI. “Masalah terbesar FDI berasal dari resiko-resiko politik yang dihasilkan,” terang pria berkacamata itu.

Tak berhenti sampai disitu. Lantas Profesor yang juga menjabat sebagai deputy director of international office, YunTech ini menyampaikan kiat-kiat agar political risk dapat diatasi. Yakni dengan memanfaatkan keanekaragaman geografi,meminimalkan pemberitaan, dan asuransi. “Dengan demikian kita dapat terhindar dari resiko politik yang besar,” pungkasnya.

Dr Techn Ir RV Hari Ginardi MSc, Kepala Program Studi MMT ITS berharap dengan adanya kuliah tamu ini mahasiswa memiliki wawasan internasional yang luas dan jaringan ke berbagai Negara.

Selain itu, pria yang akrab disapa Hari ini menjelaskan, kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dari jalinan hubungan kelembagaan dengan YunTech. “Semoga kedepannya kerjasama tidak hanya dari pihak lembaga. Namun, dari pihak mahasiswa juga,” harap Hari. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 375 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.