ITS Gelar Workshop Fotonik dan Optik untuk Peringati Hari Cahaya Internasional




SURABAYA – Dalam rangka menyambut Hari Cahaya Internasional yang diperingati setiap tanggal 16 Mei, Departemen Teknik Fisika menyelenggarakan workshop dengan tema fotonik dan optik. Gelaran tersebut diadakan di Aula Pasca Sarjana ITS pada, Rabu (9/6). Adapun sasaran yang dibidik dalam gelaran ini adalah guru – guru IPA dari SMA dan SMK sebagai garda terdepan pendidikan untuk memberikan pencerahan bagi siswa – siswanya.

Menurut pemaparan dari Dr Rer Nat Aulia Nasution selaku Presiden OSA Indonesia Local Section, tema tersebut sengaja diangkat untuk membuka pandangan bagi para peserta tentang pentingnya kontribusi cahaya dalam bidang kehidupan manusia.”Masyarakat saat ini kurang sadar dan melek informasi terkait keilmuan cahaya”, ujar dosen Teknik Fisika tersebut.

Sehingga, dengan adanya ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat umum akan pentingnya teknologi cahaya.

Acara ini juga sengaja dirancang untuk guru SMA dan SMK karena dianggap sebagai patokan untuk mempromosikan pentingnya teknologi pencahayaan.

BACA JUGA – Sekjen Ristekdikti Tinjau Langsung Tes SBMPTN di ITS

Disamping itu, tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan seorang guru dalam menjelaskan suatu materi akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswanya untuk menyenangi suatu mata pelajaran.”Kami berharap workshop ini dapat mewadahi para guru untuk mempersiapkan materi pembelajaran terkait pengembangan teknologi berbasis cahaya,” ujarnya.

Hal ini dikarenakan, perkembangan teknologi berbasis cahaya tidak hanya digaungi oleh keilmuan sains fisika saja, namun sudah
merambah menjadi bidang multi dan trans disiplin, yang melibatkan banyak keilmuan lain seperti kimia, biologi, matematika, serta komputasi.

Sehingga, untuk memperdalam pemahaman peserta, workshop ini dibagi kedalam enam sesi, antara lain pemaparan materi IPTEK Optik san Fotonika, Cahaya (bukan) Masalah Fisika Saja, Paint Your Life With Light, Serat Optik dan Aplikasinya, Optik dan Fotonik dalam Bidang Medis dan Pertanian serta Urgensi Kebijakan Pendidikan dan Profesi Guru.

Sejatinya, cahaya selalu mewarnai kehidupan manusia dan mempengaruhinya pada tiga hal yaitu psikologis, biologis, dan visual. Prof Dr Sekartedjo selaku salah satu pembicara menambahkan bahwa dunia ini dikelilingi oleh serat optik. Dengan adanya kondisi ini berpotensi untuk merekayasa cahaya sebagai keperluan komunikasi kecepatan tinggi.

Sayangnya, pembelajaran ilmu cahaya masih sangat kurang di kalangan perguruan tinggi. Alhasil, sumber daya manusia yang ahli pada bidang tersebut juga sangat sedikit.

Masifnya penggunaan telekomunikasi nirkabel seperti pemanfaatan frekuensi radio tidak diikuti dengan kemampuan
pemahaman pentingnya telekomunikasi berbasis cahaya, khususnya fiber optik. “Sehingga di negara ini sering dihadapkan pada permasalahan besar di bidang telekomunikasi khususnya
telekomunikasi berbasiskan fiber optik,” tambah guru besar Departemen Teknik Fisika tersebut.

Padahal, dewasa ini telah terjadi lonjakan kebutuhan spektrum.”Namun masih membutuhkan kesiapan SDM yang mampu menguasai
keilmuan cahaya,” ucap alumni ITS tersebut.

Sejalan dengan pemikiran Tedjo, Prof Ir Joni Hermana Msc EsPhD juga memaparkan hal yang sama. Saat ini telah terjadi perubahan teknologi ke arah yang lebih cepat, mudah, dan murah. “Teknik fisikalah ilmu masa depan itu” tandasnya. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 281 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*