Menjadi Pemuda Muslim Dengan 6 Prinsip




SURABAYA – Mengawali bulan yang suci, Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS menggelar beberapa kegiatan guna menghidupkan suasana Ramadhan. Usut punya usut mendatangkan inspirator ternama Dr Gamal Albinsaid dengan tema kajian “Disibukkan oleh Urusan Dunia” pada Kamis (17/05) di Ruang Utama Masjid Manarul Ilmi ITS.

Krisis kepercayaan diri seorang muslim yang kian terkikis khususnya para pemuda, menjadi alasan tema ini diusung. “Orientasi pemuda yang sebenarnya dapat dilihat dari sosok Muhammad Al Fatih, seorang pemuda berusia 21 tahun yang berhasil menjadi pemimpin kerajaan Ustmani,” ungkap Gamal pada pembuka ceramahnya.

Menurut pria lulusan Fakultas Kedoteran Universitas Brawijaya ini, kesuksesan seseorang bergantung pada cara memanfaatkan waktu dimasa muda. “Saat muda, biasanya memiliki dorongan yang kuat pada bakat dan potensi, baik yang mengarah pada kebaikan maupun kejahatan. Maka dari itu sangat penting untuk memanajemen masa muda,” tuturnya.

BACA JUGA – Prophetic Consciousness

Ada enam prinsip bagi seorang pemuda muslim untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Diantaranya belajar ikhlas yang hanya berharap keridhoan dari Tuhan, kemudian berkomitmen dan produktif. “Untuk menjadi produktif, coba biasakan menumbuhkan rasa bersalah ketika melakukan hal yang tidak berguna,” ungkapnya.

Pria kelahiran kota Malang ini menambahkan, dalam kehidupan sehari-hari dianjurkan untuk bermanfaat bagi sekitarnya dan bersikap rendah hati. “Kemudian untuk melengkapi prinsip tersebut, sebagai generasi muslim kita harus memiliki jiwa visioner, yakni mempunyai pandangan jauh kedepan,” ujarnya.

Sembari menutup acara, layaknya tahun-tahun sebelumnya para jamaah dipersilahkan untuk mengambil takjil gratis sebagai persiapan berbuka puasa menjelang waktu maghrib. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 295 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.