Future Light Inside, Lampu Hias Canggih Buatan Mahasiswa ITS




SURABAYA – Tidak lama lagi tampaknya Anda harus menaruh lampu hias konvensional di gudang selamanya. Lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, telah meluncurkan inovasi terbaru mereka, yakni Future Light Inside (wawasan cahaya masa depan). Kelima mahasiswa itu, yakni Agyl Muhammad, Dewi Sucilia Wati, Andika Mada Rachmanto (Teknik Elektro), Billy (Teknik Komputer), dan Melinda Kusuma Wardani (Desain Interior).

Ketua tim, Agyl Muhammad menuturkan, itu adalah lampu hias berbahan pipa, bermotif wayang, bercahaya warna-warni, dan berteknologi canggih. Lampu ini bisa diatur pencahayaannya jarak jauh dan secara otomatis melalui smartphone android. Dengan desain berbentuk wayang, lampu ini mampu memberikan nuansa nilai-nilai kearifan lokal serasa berada di dalam ruangan.

Ditambah lagi kerangka lampunya yang berbentuk tabung dengan corak bunga-bunga, telah berhasil menghipnotis keindahan mata. Hanya saja, untuk sementara ini, tim masih membuat model wayang gatot kaca, yudhistira, bima, nakula, sadewa, dan arjuna. “Untuk kedepan hari, kami akan membuat banyak model wayang sesuai dengan pemesanan,” pungkas mahasiswa yang akrab disapa agyl itu.

Kata Agyl, lampu hias ini memiliki model lampu pencahayaan RGB (Red,Green,Blue), yakni merah, hijau, dan biru yang dapat diatur oleh penggunanya. Ketiga lampu tersebut memiliki tipe LED (Light Emitting Diode) dan masing-masing memiliki daya 3 watt. “Sebuah lampu hias memiliki satu bola lampu besar yang berisi 3 lampu LED itu, total 6 watt, kami atur letaknya secara permanen agar tidak mudah lepas,” urainya.

SURABAYA –  Jalapatih ITS Juara III Solar Sport One di Belanda

Terkait dengan kemampuan mengontrol lampu jarak jauh, tim menggunakan mikrokontroller arduino nodemcu sebagai komponen lampu hias. Mikrokontroller ini dinilai tim mampu menyambungkan rangkaian elektronik dengan aplikasi yang terpasang di smartphone melalui wifi internal. “Mikrokontroller merupakan rangkaian pengontrol yang berukuran kecil, sementara merk dan tipenya yaitu arduino nodemcu,” imbuh mahasiswa asal Sidoarjo itu.

Dengan keahliannya dalam mengelola elektronik, Agyl dan tim memasang mikrokontroller tersebut untuk membuat pencahayaan dari lampu hias menarik, sehingga terdapat dua mode pencahayaan otomatis, yakni mode blink dan mix. Menurut dia, pada mode mix, warna lampu bergantian secara gradasi (bertingkat), sehingga warna warni lampu memancar, sementara mode blink, hanya warna merah, hijau, dan biru yang terpancar.

Produk lampu hias ini merupakan inovasi yang mereka tuangkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Dengan modal Rp 8 juta yang mereka dapatkan dari program tersebut, Agyl dan kawan-kawanpun telah menjual dan memasarkannya dari mulut ke mulut serta media online juga. Dengan bandrolan harga Rp 350 ribu, sekiranya masyarakat tak rugi menikmati lampu hias canggih ini.

Di akhir, ia menambahkan bahwa idenya ini terinspirasi dari kebiasaan orang-orang saat ini yang tidak lepas dari gadget sehingga mucul ide ada aplikasi ada inovasi (lampu hias). Harapannya, produk ini bisa lebih dikenal secara luas oleh masyarakat sekaligus dalam pengerjaannya bisa turut membuka lapangan pekerjaan. “Kalau bisa sih, sampai luar negeri, sekalian mengeksiskan budaya Indonesia ke luar negeri”, tukasnya berdalih. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 322 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.