Jangan Berlebihan Mencintai Keluargamu!




Oleh: M. Arfan Mu’ammar

Ada pertanyaan yang menarik, kenapa yang dikorbankan adalah anaknya nabi Ibrahim, bukan istrinya nabi Ibrahim (sarah atau hajar)? pertanyaan yang sama juga bisa diajukan kepada nabi Nuh, kenapa yang dipanggil adalah anaknya nabi Nuh untuk naik kapal “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir, QS. Hud: 42”, kenapa bukan Istrinya?

Bisa jadi, ini mengindikasikan bahwa kecintaan terhadap anak jauh melebihi kecintaan terhadap istri. Ada istilah mantan istri, tetapi tidak ada istilah mantan anak. Karena anak adalah bagian dari darah daging kita.

Anak dan Istri merupakan bagian dari keluarga kita, keduanya juga bagian dari kebahagian dan kesenangan (mataa’) dunia. Secara fitrah, manusia memiliki kecintaan terhadap dunia, al-Qur’an menjelaskan ada 8 kecintaan manusia terhadap dunia: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang, itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”. (QS. Ali Imran: 14)

Bolehkah mencintai kedelapan kesenangan dunia itu? tentu saja boleh. Akan tetapi orang-orang yang beriman jauh lebih mencintai Allah “Walladziina Amanu Ashaddu Hubban Lillah” (QS. al-Baqarah: 165)

Masih ingatkah kita ketika masa muda dulu? atau bahkan ketika masih jadi manten baru? apapun dilakukan demi istri kita, demi pasangan kita, demi kekasih kita, bahkan seakan-akan dunia milik berdua, yang lain ngontrak. Sampai ada istilah seberapapun tinggi gunung akan aku daki, sedalam apapun samudra akan aku sebrangi.

Bagaimanapun dan sebesar apapun kecintaan kita terhadap dunia (Istri, anak, saudara, keluarga, barang-barang berharga seperti: emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, perdagangan, rumah) jangan sampai kecintaan terhadapnya melebihi kecintaan kita terhadap Allah dan RasulNya. Allah memberi peringatan dalam firmanNya: “Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu kuatirkan kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya, serta jihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya, dan Allah tidak memberi petunjuk bagi orang yang fasik” (QS. at-Taubah: 24).

Jika kecintaan kita terhadap dunia melebihi kecintaan kita kepada Allah dan Rasulnya serta jihad di jalan Allah. Maka Allah mengatakan “fatarobbasu” tunggulah!

Apa yang ditunggu?

“Hatta yaktiyallahu bi amrih” menunggu sampai datangnya keputusan dari Allah. Keputusan apakah yang ditetapkan? Jika Allah berkehendak, apapun bisa terjadi, kaya raya, tiba-tiba jatuh miskin dalam waktu sepersekian detik sangat mudah. Sehat wal afiat, dalam waktu sekejap mata, tiba-tiba menderita stroke mendadak, juga tidak mustahil. Semua bisa terjadi karena kehendak Allah. Maka jika kita menduakan Allah. Bersiaplah menunggu ketetapan Allah.

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il menjadi pelajaran yang sangat berharga. Bahwa kecintaan terhadap Allah dan Rasulnya harus melebihi kecintaan pada lainnya. Apapun itu, bagaimanapun keadaannya, dahulukan Allah. Minta tolonglah kepada Allah. Berharaplah kepada Allah. Karena Allah-lah kekasih sejati kita. Kekasih di rumah adalah kekasih kesekian, anak di rumah merupakan kecintaan yang kesekian, harta yang kita miliki adalah kebahagiaan kesekian. Karenanya, cintailah keluargamu sewajarnya, jangan berlebihan mencintai keluargamu, cinta utama kita hanya untuk Allah dan Rasulnya.

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 351 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.