Kiat ITS Hadapi Revolusi Industri 4.0




SURABAYA – Isu Revolusi Industri 4.0 yang semakin marak di kalangan masyarakat membuat civitas academica Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ITS mulai angkat bicara. Dikemas dalam bentuk talkshow berjudul Facing Industrial Revolution 4.0 Engineers (FIRE) 2018 di Gedung Robotika, Prof Dr Ir Ketut Buda Artana ST M Sc memberikan kiat pada mahasiswa untuk menjawab tantangan industri 4.0. Jumat(21/9)

Dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ini menjelaskan, ia sangat percaya generasi milenial saat ini sangat potensial menghadapi Revolusi Industri 4.0 lantaran tinggal dan berada pada lingkungan yang kental dengan teknologi.

Ketut menjelaskan, salah satu negara yang sudah akrab dengan industri 4.0 ialah Cina. Berbagai macam pekerjaan sudah digantikan oleh robot, berbeda dengan Indonesia yang masih berputas pada siklus pekerjaan mengandalkan fisik manusia.

BACA JUGA – Pacu Internasionalisasi, Delegasi Asing Sambangi Mahasiswa Baru ITS

Wakil Rektor bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, Teknologi, dan Sistem Informasi ini menerangkan bahwa ada beberapa kiat untuk menaklukkan era 4.0 ini. “Syaratnya sederhana, kita harus open mind, open heart, open will,” terangnya.

Open mind artinya mahasiswa diharapkan memiliki pemikiran terbuka mengenai isu-isu global saat ini. Open heart berarti menjaga hubungan baik sesama manusia, tolong menolong juga sangat dibutuhkan di era ini.

“Tentunya kedua hal tersebut tidak lengkap tanpa sebuah keinginan yang kuat untuk bangkit dan menciptakan suatu inovasi baru di revolusi industri 4.0, oleh karena itu ada membutuhkan open will,” ucap pria asal Bali tersebut menjeaskan.

“Revolusi Industri 4.0 ini adalah sebuah tantangan nyata yang harus dihadapi. Tidak ada titik untuk kembali. Satu-satunya cara hanyalah melanjutkan langkah kedepan,” tegasnya menutup presentasi.

Senada dengan Ketut, Dr Muhammad Nur Yuniarto, Ketua Mobil Listrik Nasional (Molina) ITS mengatakan, kedepannya semua sistem akan berubah dan kita harus siap menghadapinya. “Jika tidak mau kalah saing dengan robot, ya ciptakan robot.” pungkas dosen yang akrab disapa Nur sembari tertawa kecil. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 344 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.