Pacu Internasionalisasi, Delegasi Asing Sambangi Mahasiswa Baru ITS




SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali disambangi delegasi luar negeri, Jumat (21/9). Total terdapat tiga delegasi yang merupakan staff International Office (IO) dari tiga universitas asing berbeda dalam rangka Program Inbound Staff Mobility. Departemen Teknik Material ITS menjadi salah satu departemen yang disambangi guna memacu semangat internasionalisasi di kalangan mahasiswa baru.

Kepala Departemen Teknik Material Dr Agung Purniawan ST MEng mengatakan, departemen Teknik Material sering mendapat kunjungan dari delegasi universitas luar negeri. “Ini merupakan program yang diadakan oleh Direktorat Hubungan Internasional (IO, Red) ITS pada setiap tahunnya dan ditujukan kepada beberapa departemen di ITS, salah satunya Teknik Material,” jelasnya kepada kru ITS Online.

Adapun tiga delegasi yang dimaksud berasal dari dua negara yang berbeda dan mewakili tiga universitas luar negeri yang berbeda pula. Mereka adalah Ms Pennapa Nakdee dari Suranaree University of Technology Thailand, Ms Sheina B Salvador dari Mapua University Philippines, dan Ms Ma Esmeralda A Abarabar dari University of The Philippines Diliman.

Masing-masing dari mereka mengenalkan program-program internasional yang diadakan atas kerja sama dari setiap universitas yang mereka wakili dengan ITS. “Hal ini bertujuan untuk menambah minat dan mempermudah mahasiswa dalam mengikuti beberapa progam internasional yang ditawarkan,” ungkap pria yang biasa disapa Agung ini.

BACA JUGA – ITS Ajak Tingkatkan Kepedulian Penghijauan Kampus

Agung menjelaskan, mahasiswa baru memang dijadikan sasaran oleh Departemen Teknik Material untuk terlibat dalam program tersebut. Hal ini selain dikarenakan mahasiswa baru dianggap masih awam tentang dunia internasional, juga karena masa pendidikan mereka di ITS masih lama. “Sehingga masih banyak persiapan dan kesempatan untuk mengikuti program-program internasional,” ucapnya.

Alumni Delft University of Technology Belanda ini juga berpesan kepada mahasiswanya, masih banyak hal yang mungkin belum diketahui di dunia ini. Sehingga para mahasiswa diharapkan tidak perlu ragu untuk pergi keluar negeri, baik untuk melanjutkan kuliah atau hanya sekedar kunjungan. “Merasakan keseharian hidup di luar negeri pasti akan berbeda dengan kehidupan yang biasa dijalani. Hal tersebut juga akan menambah pengetahuan atau sekedar wawasan tentang dunia yang masih luas ini,” tukasnya. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 344 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.