Interkoneksi-Dialogis: Tawaran Konstruksi Paradigma Keilmuan Di Universitas Muhammadiyah Surabaya




Oleh: Sholikhul Huda, M.Fil.I (Kepala PPAIK UMSurabaya)

Wacana Integrasi keilmuan Agama dan Sosial Saintifik di Perguruan Tinggi di Indonesia semakin marak dikaji, diteliti dan dirumuskan dalam rangka pembangunan pondasi konstruksi paradigma keilmuan yang akan dikembangkan dalam Perguruan Tinggi.

Wacana integrasi keilmuan semakin masif tatkala para intelektual di beberapa Perguruan Tinggi Islam seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan pakarnya Prof. Azyumardi Azra, Ph.D, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan pakarnya Prof. Amin Abdullah, Ph.D dan UIN Malik Ibrahim Malang dengan pakarnya Prof.Dr. Imam Suprayoga, telah merumuskan dan menghasilkan rumusan paradigma integrasi keilmuan Islam dan sosial-saintifik yang kemudian banyak dikembangkan oleh beberapa Perguruan Tinggi Islam di Indonesia termasuk di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Berangkat dari latar di atas tulisan ini mencoba menawarkan konsep konstruksi paradigma integrasi keilmuan di Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan model integrasi keilmuan interkoneksi-dialogis.

Integrasi keilmuan menjadi sangat penting di era keilmuan kontemporer saat ini. Terutama dalam rangka pengembangan dunia akademik Perguruan Tinggi dalam menghadapi era revolusi 4.0.
Dalam buku Reinald Kasali Disruption (2017) disebutkan beberapa karakter penggerak era revolusi 4.0 yaitu memiliki daya rusak, serba cepat, kreatif- inovatif, mandiri, penggunaan internet dan kolaboratif. Dari ragam karakter tersebut yang perlu diperhatikan ada perubahan pola relasi yang dulu cenderung monopolistik- individualistik sekarang berubah menjadi pola kolaboratif-sinergis. Artinya untuk mengembangkan suatu usaha termasuk dalam pengelolaan pengembangan keilmuan di sebuah perguruan tinggi yang beragam keilmuan (Agama-Sosial-Saintifik) diperlukan kolaborasi atau Integrasi antar keilmuan yang ada di perguruan tinggi tersebut, karena pada dasarnya antar keilmuan memiliki relasi subtansi yang sama dan sumber sama yaitu dari Allah SWT.

BACA JUGA – Manajemen Bisnis ITS Wadahi Diskusi Perkembangan Bisnis Masa Kini

Dan dalam penyelesaian persoalan dalam masyarakat juga diperlukan solusi komprehensif dengan keterlibatan semua keilmuan yang ada. Sehingga kolaborasi atau integrasi keilmuan menjadi penting dan harus dilakukan dalam menghadapi era revolusi 4.0.

Model dan pola integrasi keilmuan di Perguruan Tinggi sudah dirumuskan dan dipraktekan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Malik Ibrahim Malang.

Dalam buku Ari Anshori “Paradigma Keilmuan Perguruan Tinggi Islam (2018) disebutkan tiga model integrasi keilmuan yang dibangun oleh ketiga Perguruan Tingi tersebut:

1). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengembangkan model Integrasi-Dialogis yaitu model penggabungan yang fokus pada ilmu -ilmu agama itu bertumpu dan didialogkan pada realitas kultural keummatan dan problem sosial kemasyarakatan umat.

2) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengembngkan model Integrasi- Interkonektif, yaitu model penggabungan yang fokus pada saling sapa antara keilmuan Islam dengan keilmuan sosiologi, filsafat, psikologi, sejarah, antropologi,politik, teknologi. Kesaling sapaan antar keilmuan tersebut ditujuakan agar ada saling apresiasi dan saling memperdayakan antara masyarakat, budaya, babgsa, dan tradisi masyarakat. Sehingga bangunan integrasi-interkonektif ini dilandaskan pada empat dasar yaitu filosofis, materi, metodologi dan strategi. Dan penggabungan (integrasi) bertumpu pada nilai-nilai fundamental eksistensial antara ilmu agama dengan ilmu sosial-saintifik. Artinya ada saling ketergantungan antar disiplin ilmu satu dengan lainya.

3. UIN Malik Ibrahim Malang. Integrasi- Universal Ulul Albab. Konsep ini di landaskan pada makfudhot “Bukanlah ilmu pengetahuan itu pada hakikatnya adalah ingin mengetahui jagad raya ini” Berangkat dari sini paradigma integrasi universal ulul albab dirumuskan.

Paradigma integrasi universal ulul albab dibangun atas 5 prinsip:
1) sadar akan keberadan Allah dalam setiap situasi dan kondisi sehingga terus berusaha mengenali Allah melalui Kalbu (zikir), dan menggali alam semeseta melalui akal sehingga sampai pada bukti keagungan Allah.
2).Tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, tiada yang besar di dunia ini kecuali Allah Maha Besar.
3. Mementingkan kualitas hidup baik dalam keyakinan, ucapan dan perbuatan serta sabar dan tahan uji dan selalu berbuat baik.
4. Bersungguh -sungguh dalam mencari ilmu dan kritis terhadap Penerimaan pendapat Orang lain dan punya kemampuan menyikapi persoalan.
5. Bersedia menyampaikan ilmunya kepada orang lain untuk memperbaiki masyarakatnya.
Pohon ilmu harus tumbuh di tanah subur, artinya ilmu di cari dan dikembangkan adalah untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
Paradigma integrasi universal dikembangkan melalui zikir, pikir dan amal saleh sehingga menghasilkan manusia terbaik, sehat, jasmani dan ruhani, sehingga menjadi khair an-ans anfa’uhum li annas“.

Dari ketiga ragam paradigma integrasi ilmu yang dikembangkan oleh Perguruan Tinggi tersebut, pertanyaanya dimana posisi paradigma konstruksi integrasi keilmuan di Universitas Muhammadiyah Surabaya yang akan dikembangkan atau dijadikan landasan keilmuan ?

Menurut hemat saya ketiga model tersebut jika dikembangkan sebagaimana konstruksi paradigma diatas secara pure kurang tepat dipraktekan atau dikembangkan di Universitas Muhammadiyah Surabaya, alangkah lebih baik jika ketiga model teknologi tersebut, dapat dielobarasi dengan sebagian dengan perpaduan, yaitu model interkonektif- dialogis.

Saya kira paradigma interkonektif milik UIN Sunan Kalijaga dan paradigma Dialogis milik UIN Syarif Hidayatullah lebih tepat dijadikan konstruksi paradigmatik terkait integrasi keilmuan di UMSurabaya yaitu interkonektif-dialogis.

Mengapa lebih tepat model intgrasi keilmuan di UMSurabaya adalah model integrasi interkonektif-dialogis?

Pertama, fakultas yang ada di UMSurabaya terdiri dari Fakultas Agama, Fakultas Sosial ( FKIP, Fak. Psikologi, Fak. Hukum, Fak. Ekonomi) dan Fakultas Saintifik (Fak. Kedokteran, Fak. Kesehatan, Fak Teknik)
Kedua, secara lokasi umsurabaya terletak di perkotaan surabaya
Ketiga, umsurabaya adalah Perguruan tinggi muhammadiyah yang merupakan bagian dari media dakwah muhammadiyah. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 350 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.