UPT Bahasa dan Budaya ITS Milik Semua Kalangan




Surabaya – UPT Bahasa dan Budaya ITS sudah semakin menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan manfaat pada masyarakat pengguna, masyarakat sekitar, dan masyarakat luas. UPT Bahasa dan Budaya terus mengembangkan dan menambah jumlah Key Partners nya. Dengan semakin meluasnya networking yang dimilikinya, unit tersebut telah memiliki Key Partners yang beragam. Seiring dengan berjalannya waktu, dan semakin banyak inovasi yang dilakukan, UPT Bahasa dan Budaya telah banyak menerima kunjungan  mulai dari siswa-siswi Sekolah Dasar, SMP, SMU, MAN, Akademi, Sekolah Tinggi, Politeknik, Perguruan-Perguruan Tinggi di Indonesia baik Negeri maupun Swasta, Instansi Swasta dan Pemerintah, Perusahaan Nasional dan Multinasional, BUMN, Pemerintah Daerah dan bahkan Pondok Pesantren tidak mau ketinggalan. Baru-baru ini Unit tersebut menerima kunjungan dari Madrasah Aliyah Unggulan yang berbasis di bawah naungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Surabaya.

BACA JUGA – Tahun 2019 ITS Buka Prodi S1 Studi Pembangunan yang Didukung Teknologi

Ratna Rintaningrum, Ph.D, Kepala UPT Bahasa dan Budaya ITS membenarkan hal tersebut. “Saya sangat bersyukur bahwa UPT Bahasa dan Budaya yang hanya merupakan unit kecil di ITS dapat menarik minat masyarakat luas untuk datang dan berkunjung ke sini. Alhamdulillah, tidak pernah menyangka bahwa MBI (Madrasah Bertaraf Internasional) Amanatul Ummah  menaruh hati pada UPT Bahasa. Apalagi ITS tidak memiliki jurusan bahasa. Dan ini adalah sebuah investasi penting untuk ke depannya. Hal ini juga menunjukkan bahwa unit ini merupakan milik semua kalangan”.

Ratna, panggilan kesehariannya, menuturkan bahwa siswa-siswi unggulan tersebut berkunjung ke UPT Bahasa tidak hanya untuk melihat-lihat UPT Bahasa, tetapi lebih dari itu mereka ingin mengetahui bagaiman belajar bahasa, khususnya bahasa asing. Oleh karena itu, menindaklanjuti keinginan mereka untuk berkunjung ke UPT Bahasa, unit tersebut juga mempersiapkan penyambutan hangat, diantaranya persiapan materi, facilities show, CLC Tour, dan Cultural Photo Session. Jadi memaknai  kunjungan ini lebih dari sekedar promosi unit. UPT Bahasa memiliki pandangan jauh ke depan dengan cara memberikan kesan dan sisi terbaik dari sebuah unit kecil di ITS. Tidak tanggung-tanggung, UPT Bahasa menurunkan para tendik (tenaga kependidikan) handal untuk membantu menghandle acara kunjungan dan sebagai pemandu acara tersebut. Parkir khusus untuk dua bis besar sudah disiapkan pula.

Kunjungan ini merupakan kunjungan resmi yang dibuktikan dengan surat resmi kunjungan. Mereka mengetahui UPT Bahasa dari mulut ke mulut, dari cerita orang lain. Siswa-siswi yang berkunjung sejumlah 60 orang dengan 6 pendamping. Untuk memberikan ‘ruh’ yang bagus untuk acara tersebut, jumlah yang besar tersebut akan dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang, dengan masing-masing pemandu. Hal ini bertujuan agar keinginan pengunjung terjawab dengan baik, mereka merasa senang dan puas, bahwa kunjungan mereka ke UPT Bahasa tidak sia-sia. Harapan ke depan dengan makin meningkatnya jumlah peminat di UPT Bahasa, fasilitas pendukung sebagai landasan pacu juga mendapatkan perhatian pula.

Sebelum mereka meninggalkan lokasi, mereka memberikan kesan yang sangat positive tentang UPT Bahasa. Mereka sangat senang, mereka ingin belajar bahasa asing di UPT Bahasa, mereka ingin datang lagi. Mereka tidak pernah mengira kalau ternyata cara beroperasi UPT Bahasa seperti itu. Selama ini mereka hanya tahu dari koran dan dari teman. Dengan melihat secara langsung manajemen UPT Bahasa, mereka hanya berkata ‘oooo….ooooo…oooo terkaget-kaget. Hal ini juga menandakan bahwa UPT Bahasa dan Budaya adalah salah satu pintu penting ITS. Di akhir acara mereka mendapatkan sesi foto ‘Cultural Photo Session’. (red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 411 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.