Rektor ITS Siap Jadi Panelis di Debat Kedua Pilpres 2019




Surabaya – Dua bulan lagi, Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Presiden (Pilpres) untuk periode 2019-2024. Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaksanakan debat pertama pada Januari lalu, masyarakat dibuat tidak sabar menyaksikan debat pilpres putaran kedua. Dibalik kemeriahan pesta demokrasi ini, rupanya Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Ir Joni Hermana MScES PhD mendapatkan amanah dari KPU sebagai panelis debat pilpres putaran kedua. Joni mengaku siap menjaga amanah sesuai yang tercantum dalam pakta integritas panelis.

Untuk memeriahkan suasana demokrasi sekaligus menjadi wadah penyampaian aspirasi dari kedua pasangan capres-cawapres, KPU menyelenggarakan debat capres-cawapres. Pada debat putaran kedua yang diikuti oleh kedua capres ini, KPU mengangkat tema Energi, Pangan, Sumber Daya Alam (SDA), Lingkungan Hidup, dan Infrastruktur. Joni yang terpilih menjadi salah satu dari tujuh panelis debat akan menjadi perwakilan ahli dari bidang Lingkungan Hidup dan Infrastruktur.

Terkait terpilihnya Joni sebagai panelis, ia menyampaikan bahwa ini merupakan hasil dari rapat pimpinan dan keputusan KPU. Di mana sebelumnya pihak KPU mendatangi ITS untuk mencari ahli di kedua bidang di atas. “Jadi ini semua dilihat dari kapasitas kompetensi pribadi,” ujar dosen Teknik Lingkungan ITS ini. Menanggapi hal tersebut, Joni mengatakan bahwa setiap panelis terpilih memiliki kompetensi yang berbeda.

BACA JUGA – UII Lakukan Studi Banding Pengelolaan Website ITS

Mengenai netralitas seorang panelis, Joni menyatakan bahwa netral itu bukan berarti tidak memilih. Ketika diminta netralitas dari KPU, Joni berkata bahwa dirinya akan netral dan juga akan memilih salah satu capres di pilpres nanti. “Pasti setiap orang memiliki pilihan, tapi di satu sisi yang dimaksud KPU netral ialah tidak menyampaikan dukungan terbuka terhadap salah satu calon,” sambung rektor yang akan mengakhiri masa jabatannya ini.

Menurut Joni, tema-tema yang sudah terpilih dan dibagi ke beberapa sesi cukup menantang. Sementara tema yang paling ditunggu Joni ialah tentang Lingkungan Hidup dan Infrastruktur. “Karena bagian saya kan tema ini,” ujar beliau tersenyum. Joni juga menyampaikan pendapatnya bahwa pihak panelis memberi pertanyaan ini bukan untuk mencari tahu seberapa mengertinya kedua capres terhadap materi tersebut, karena ini bukan ujian.

Joni berpendapat, pertanyaan yang diajukan akan menjadi pengantar bagi yang bersangkutan (capres) untuk bisa menjelaskan pemikirannya terhadap subjek tersebut. “Sehingga apa yang dijelaskan kedua capres bisa memberikan gambaran kepada rakyat Indonesia tentang seberapa jauh konsep tersebut bisa diterima masyarakat,” imbuhnya. Hingga pada akhirnya, masyarakat memilih berdasarkan konsep yang paling cocok bagi mereka.

Joni pun berpesan kepada calon pemilih bahwa siapapun yang kelak terpilih sebagai presiden, hendaknya tidak mengubah hubungan antar manusia. Adanya kepedulian masyarakat untuk membahas masalah pemilu ini baik, tetapi jangan sampai karena perbedaan jadi merusak ikatan sosial. “Karena pilpres ini sesuatu hal yang terlalu mahal jika ditukar dengan kekeluargaan dan persahabatan,” pungkas Joni yang akan menghadiri debat pilpres putaran kedua pada 17 Februari 2019 nanti di Hotel Sultan, Jakarta. (red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 406 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.