Pusat Kajian Halal ITS Siap Sukseskan ITS Halal Fest 2019




Surabaya – Sebagai lembaga kajian halal yang telah berdiri sejak 2016, Pusat Kajian Halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sedang bersiap untuk menggebrak Kota Surabaya. Melalui IT’S Halal Fest 2019, Pusat Kajian Halal ITS berharap mampu menjalankan fungsinya dengan baik sebagai lembaga penjamin mutu halal. Sehingga, kontribusinya tidak hanya bagi sivitas akademika ITS, namun juga masyarakat luas dari Surabaya dan sekitarnya.

Kepala Pusat Kajian Halal ITS, Dr rer nat Fredy Kurniawan SSi MSi menyampaikan, tim Pusat Kajian Halal ITS kini sedang bersiap dan berbenah besar-besaran. Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum menggelar IT’S Halal Fest 2019. “Salah satunya ialah melalui Workshop kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Jatim,” tuturnya kepada ITS Online.

Pada Workshop yang digelar pada 17 Februari lalu di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Surabaya, Fredy beserta segenap lapisan dari Pemerintah Kota Surabaya dan Badan Jaminan Penyelenggara Produk Halal (BPJPH) Surabaya bekerja sama mensosialisasikan pentingnya pengaruh sertifikasi Halal bagi UMKM. “Terlebih lagi di lingkungan yang dihuni banyak umat muslim,” tegas Fredy.

BACA JUGA – Kolaborasi ITS – ITB untuk Kembangkan Potensi Maritim Indonesia

Pada acara tersebut, Fredy bercerita bahwa ia berkesempatan untuk mensosialisasikan peran Pusat Kajian Halal ITS bagi UMKM. “Nantinya kami akan membina UMKM yang ingin mendapat sertifikasi, mulai dari awal hingga akhir,” ungkap dosen Departemen Kimia ITS ini.

Lebih lanjut ia menuturkan, pembinaan ini sebagai langkah awal mewujudkan standar halal makanan yang lebih baik. Pembinaannya, imbuh Fredy, akan berbentuk penyuluhan dan pendampingan. “Jadi mereka didampingi bagaimana proses halal yang benar dari suatu produk, sehingga ending-nya UMKM dapat mengajukan sertifikasi halal ke MUI,” terangnya.

Saat ini baru ada tiga auditor Halal dari ITS yakni Setiyo Gunawan ST PhD dari Departemen Teknik Kimia, Dr Nurul Jadid SSi MSc dari Departemen Biologi, dan Fredy sendiri. Meskipun masih memerlukan banyak tenaga lagi, Fredy optimistis bahwa acara IT’S Halal Fest tahun ini dapat berjalan dengan sukses, khususnya membuka jalan emas bagi perkembangan UMKM di Jatim dan perkembangan lembaga kajian halal di Indonesia.

Fredy mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Namun, menurutnya, potensi penyedia lembaga kajian halal belum dioptimalkan. “Saat ini Brunei dan Malaysia masih unggul cukup jauh, sehingga kita harus berbenah dan memulainya secara pasti,” tambah Fredy meyakinkan.

Nantinya, pada IT’S Halal Fest 2019 akan ada berbagai macam sajian mulai dari produk makanan dan minuman halal, pakaian, pameran seni, penyedia travel halal, obat-obatan halal, dan sebagainya. Acara yang akan digelar Juli 2019 ini juga akan dimeriahkan oleh kehadiran Menteri Agama, Ketua Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, Wakil Gubernur Jatim, serta beberapa penampilan dari Nissa Sabyan, Da’i cilik, dan hiburan Nasyid lainnya. (red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 466 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.