Raih Gelar Doktor di ITS, Mutmainnah Kembangkan Antena Mikrostrip




Surabaya – Tuntutan penggunaan multi frekuensi seiring pesatnya pertumbuhan teknologi komunikasi, berdampak pada pengembangan device pendukung komunikasi seperti antena mikrostrip. Melihat peluang ini, Mutmainnah SSi MSi mahasiswa S3 Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tergerak untuk mengembangkan antena mikrostrip folded dipole dengan sisian U-Shaped, Mumainnah merealisasikannya dalam sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Prof Dr rer nat Agus Rubiyanto MEng Sc di Gedung Teater B ITS, Rabu (26/7).

Dalam sidang tersebut Mutmainnah menyampaikan, topik riset mengenai antena mikrostrip folded dipole dalam pengembangan device pendukung komunikasi dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi topik yang hangat diperbincangkan.

“Selain familiar di telinga masyarakat, antena yang juga disebut open square dipole ini mempunyai banyak keunggulan,” ungkap Mutmainnah.

Mahasiswa S3 yang juga menjadi Dosen Universitas Jember ini menyebutkan, antena jenis ini memiliki kelebihan di antaranya low profile, murah untuk difabrikasi, pola radiasi yang stabil, kompatibel dengan desain Monolithic Microwave Integrated Circuit (MMIC), dan dapat dioperasikan pada rentang frekuensi Wireless Local Area Network (WLAN).

BACA JUGA – Tim Barunastra ITS Sukses Pertahankan Juara Dunia di Amerika Serikat

Dipromotori oleh Dr Yono Hadi Pramono Meng dan Dr Melania Suweni Muntini MT, dosen yang meraih gelar magisternya di ITS ini berhasil mengembangkan sebuah antena mikrosptrip open square dipole khusus pada peningkatan gain frekuensi kerja 2.45 GHz. Yang dilakukan dengan sisipan U-Shaped dengan panjang antena open loop setengah panjang gelombang dan lebar antena seperempat panjang gelombang.

Desain antena mikrostrip open square dipole dengan sisipan U-Shaped sekaligus integrasi sistemnya adalah hal baru yang Mutmainnah bawa dalam penelitian ini. Desain yang dihasilkan pada penelitian ini mampu meningkatkan gain dari 3.6-3.7 desibel (dB) tanpa sisipan U-Shaped menjadi 4.3-5.5 dB dengan sisipan U-Shaped.

“Dengan meningkatnya besar gain, kecepatan transmisi yang dihasilkan oleh desain antena mikrostrip ini pun juga akan semakin cepat,” ujar Mutmainnah.

Selain itu, penelitian yang dilaksanakan sejak 2013 ini juga menghasilkan formula impedansi karakteristik open square dipole dengan U-Shaped simetri. Dari hasil perhitungan antara impedansi karakteristik hasil formula yang ia hasilkan dengan hasil simulasi, ini memiliki error yang relatif kecil yakni 1.4 sampai 3.7 persen.

“Penelitian mengenai formula impedansi ini merupakan penelitian yang pertama yang saya ketahui sejauh ini, karena sejauh ini saya belum menemukan penelitian serupa,” ujar dosen kelahiran Pamekasan, 10 Mei 1970 ini.

Ia juga menyampaikan, karena desain antena mikrostrip open square dipole dengan sisipan U-Shaped ini bekerja secara maksimal pada frekuensi kerja 2.45 GHz. Yang mana merupakan frekuensi kerja non komersial berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor 2 tahun 2005, membuat masyarakat dapat menggunakannya secara fleksibel.

Kedepannya hasil penelitiannya ini juga akan dilanjutkan lagi, dan ia berencana untuk tetap bekerja sama dengan ITS terkait penelitiannya ini. “Kedepannya saya akan meneliti satu persatu untuk mendapatkan desain yang maksimal dengan rentang frekuensi yang berbeda, yakni dari frekuensi 2,4 GHz sampai 10 GHz,” pungkasnya. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 484 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.