Mahasiswa ITS Temukan Solusi Baru Pelihara Panel Listrik





Surabaya – Bertanggung jawab terhadap ketersediaan listrik wilayah Jawa dan Bali, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dituntut memberikan performa terbaik dalam pemeliharaan instrumen pembangkit serta penyalur listrik. Demi mendukung hal tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKM-T) mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan FECSIS, sebuah sistem diagnosa panel listrik berbasis Augmented Reality (AR) guna mencegah kerusakan peralatan dan sistem listrik.

Panel listrik merupakan sebuah perangkat yang berguna untuk membagi serta menyalurkan listrik dari pusat pembangkit listrik kepada konsumen. Salah satu anggota tim, Baharuddin Aulia Ma’ruf, menjelaskan bahwa saat ini PT PJB membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan pemeliharaan panel listrik mereka. “Proses pemeliharaan yang masih memerlukan kontak langsung dengan manusia, seringkali meningkatkan faktor resiko human error dan keselamatan pekerja,” terangnya.

Guna meminimalisir risiko tersebut, tim yang bekerja di bawah Laboratorium Instrumentasi Pengukuran dan Identifikasi Sistem Tenaga (LIPIST) Departemen Teknik Elektro ITS ini menciptakan sistem diagnosa panel listrik yang diberi nama FECSIS (Fast Electrical Cubicle Diagnosis). Baharuddin, panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa sistem ini memanfaatkan teknologi AR yang memungkinkan teknisi untuk meletakkan data dan obyek virtual pada panel listrik. AR sendiri merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna melihat obyek digital (maya) yang diproyeksikan ke dunia nyata.

BACA JUGA – 10 Mahasiswa ITS Ikuti PGN Leadership & Innovation Camp

Mahasiswa tahun ketiga ini menerangkan, dengan FECSIS teknisi tidak perlu membuka panel secara langsung untuk melakukan pemeriksaan. Teknisi cukup berdiri di depan panel dan mengarahkan FECSIS pada panel. Dengan bantuan kecerdasan buatan, AR pada FECSIS akan menampilkan data kondisi dan rekomendasi perbaikan panel listrik. “Dengan demikian teknisi dapat mengetahui dengan cepat dan akurat kerusakan pada komponen,” jelasnya.

Digarap bersama Audie Rahmani Awali sebagai ketua (Teknik Elektro 2015), Aulia Nur Faizah (Teknik Elektro 2018), dan Annida Miftakhul Farodisa (Teknik Komputer 2018), Bahrudin menjelaskan untuk saat ini timnya masih melakukan pengembangan sistem menggunakan portable computer (PC) sederhana. Meskipun demikian, ia mengaku inovasi ini telah mendapat respon positif dari PT PJB sebagai mitra. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 466 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.