ITS dan KEIN Bahas Strategi Perluasan Teknologi di Industri Nasional




Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah memiliki banyak inovasi teknologi pada berbagai bidang hingga saat ini. Oleh karena itu, untuk mendorong penyebaran teknologi di industri nasional, ITS bersama Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) RI membahas dalam Forum Discussion Group (FGD) dan Business Meeting di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat ITS, Senin (7/10).

Mengawali kegiatan tersebut, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menyampaikan bahwa ITS telah banyak menghasilkan teknologi yang berhasil dikomersialkan, salah satunya adalah sepeda motor listrik GESITS. “Namun, sayangnya penyebaran teknologi tersebut sendiri masih perlu didorong pada saat ini,” ujarnya.

Sehingga, lanjut rektor yang biasa disapa Ashari ini, jika hal tersebut berhasil dilakukan, negara Indonesia sudah tidak lagi bersusah payah untuk impor dari negara lain yang dampaknya ketergantungan terhadap negara lain juga menjadi berkurang. “Sehingga masyarakat Indonesia dapat menggunakan produk dalam negerinya sendiri,” ungkapnya mengingatkan.

Ashari juga menceritakan, jika ITS telah memiliki empat klasterisasi inovasi teknologi atau sering disebut dengan Science Techno Park (STP). Antara lain, yaitu bidang maritim, kreatif, otomotif, dan robotika. STP tersebut memiliki tugas untuk melakukan hilirisasi teknologi dari yang awalnya hanya berskala laboratorium menjadi skala industri yang siap untuk dikomersialisasikan.

Hal itulah yang menjadi alasan ITS membuka forum diskusi dengan KEIN RI ini yang harapannya dapat memberikan solusi atau saran bagi institut untuk memperluas teknologi yang berhasil diciptakan. “Sehingga, kita (ITS, red) bisa menyesuaikan baik itu pada hal teknologinya atau bisnisnya,” ungkap Guru Besar Teknik Elektro tersebut.

BACA JUGA – Program Doktoral DepartemenTeknik Kelautan ITS Raih Akreditasi A

Menanggapi hal tersebut, Ketua KEIN RI Soetrisno Bachir mengakui bahwa dalam menerapkan teknologi di Indonesia harus dimulai dari bawah terlebih dahulu. “Jadi misalkan, ITS yang berada di Provinsi Jawa Timur setidaknya telah menerapkan teknologinya mulai dari beberapa daerah tingkat kabupaten di sekitarnya,” paparnya.

Pejabat tinggi yang juga merupakan keynote speaker tunggal dalam acara tersebut merasa yakin jika teknologi yang telah diciptakan oleh ITS dapat banyak menyebar luas di negeri ini. “Asalkan langkah-langkah yang diambil sudah benar,” ungkap Soetrisno.

Lebih lanjut, diskusi yang dirancang oleh Direktorat Inovasi, Kerjasama dan Kealumnian (DIKK) ITS tersebut juga menghadirkan tiga panelis dari ITS. Antara lain Dr Ing Ir Setyo Nugroho dari Laboratorium Telematika Transportasi Laut, Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kealumnian ITS, dan Dr Agus Windharto DEA selaku Koordinator Creative Center STP ITS. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 502 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.