Mahasiswa ITS Rancang Bendungan Tahan Gempa




Surabaya – Pembangunan bendungan dinilai sangat dibutuhkan untuk menjamin ketahanan air dan pangan di Indonesia. Melihat kondisi Indonesia yang rawan bencana gempa, tim mahasiswa asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang sebuah desain bendungan tahan gempa dengan menggunakan pelimpah bertipe morning glory.

Tim asal Departemen Teknik Sipil ITS ini terdiri dari Irfananda Setiadi Hutomo, Ahmad Wisam Abdillah, Faisal Emir Yusuf. Tim dengan nama Tirta Gangga ini memilih untuk menggunakan tipe morning glory disebabkan karena pelimpah tipe ini masih sangat jarang ditemukan di Indonesia. Pelimpah sendiri merupakan bangunan pelengkap pada bendungan yang fungsinya mengalirkan air berlebih ketika terjadi banjir, sehingga air tidak melimpah melebihi tubuh bendungan.

Mohammad Bagus Ansori ST MSc, dosen pembimbing tim mengungkapkan bahwa keunggulan dari tipe morning glory ialah dianggap cocok untuk diterapkan di lokasi yang tidak memiliki ruang yang cukup untuk pelimpah. Selain itu, pelimpah morning glory ini juga memanfaatkan konduit terowongan pengelak sebagai saluran pengeluaran air.

Berdasarkan analisa biaya, lanjutnya, konduit terowongan dinilai lebih terjangkau dalam pembangunan spillway. “Lebih menjangkau daripada pelimpah samping yang membutuhkan saluran transisi dan peluncur cukup panjang di lokasi studi,” kata lelaki yang akrab disapa Bagus itu. Adapun lokasi studi sendiri terletak di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

BACA JUGA – ITS Run Pererat Ikatan Alumni dan Stakeholder

Sebagai informasi, saat ini jumlah bendungan besar yang sudah ada di Indonesia mencapai 231 bendungan, dan rencana akan dibangun 65 bendungan baru lagi hingga tahun 2023. Dijelaskan Bagus, desain bendungan sendiri dinyatakan tahan gempa bila telah memenuhi syarat terkait kontrol stabilitas tubuh bendungan. Berdasarkan perhitungan kontrol stabilitas dengan koefisien gempa yang berlaku di Indonesia, tubuh bendungan rancangan timnya mendapatkan Safety Factor di atas 1.5. “Kalau di atas 1.1 strukturnya sudah aman,” tutur dosen asal Kediri itu.

Lebih lanjut, Bagus memaparkan, bendungan rancangan tim ini sendiri direncanakan memiliki tujuan multiguna untuk air baku, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), irigasi, dan pengendali banjir. Oleh karena itu, desain rancangan ini juga memanfaatkan panel tenaga surya yang diletakkan di tubuh bendungan. Harapannya, panel dapat difungsikan sebagai operasional listrik mandiri di daerah NTB. “Sehingga dapat menekan biaya operasional terkait kebutuhan listrik di lokasi bendungan,” tutur Bagus.

Bagus mengklaim, desain rancangan bendungan dari tim bimbingannya ini dinilai memenuhi kelayakan untuk dibangun. Sebab, desain dari tubuh bendungan menggunakan bendungan urugan tanah dengan inti tegak, yang didasarkan pada sumber material tanah melimpah di sekitar lokasi untuk timbunan tubuh bendungan. Adapun analisa kelayakan bangunan diakui memiliki benefit cost ratio 1.9 selama 20 tahun, sehingga hal ini menunjukkan bahwa bendungan memang implementatif untuk dibangun ke depannya.

Bahkan berkat inovasinya tersebut, desain rancangan tim Tirta Gangga ini telah berhasil mendapatkan juara II dan gelar Maket Terbaik dalam Lomba Rancang Bendungan Nasional 2019 yang diadakan di Universitas Mataram, beberapa waktu lalu. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 502 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.