Choirul Mahfud: Muslim Tionghoa Menginspirasi Wisata Religi Indonesia

Surabaya – Muslim Tionghoa di Indonesia terus memberikan sumbangan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Terutama bila dilihat dari pengaruh dan kontribusinya dalam ikon baru wisata religi melalui pembangunan masjid Cheng Hoo di beberapa kota di Indonesia.

Belum lama ini, Choirul Mahfud, dosen dan peneliti Muslim Tionghoa dari ITS, menyatakan dalam kuliah umum di Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Ampel bahwa komunitas muslim Tionghoa di Indonesia telah menunjukkan kontribusinya yang menarik hati masyarakat luas dalam aspek wisata religius dari adanya masjid Cheng Hoo. “Wisata religius merupakan satu dari sekian pilihan favorit masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam”, ungkapnya.

Choirul Mahfud yang juga menjadi wakil Pusat Kajian Kebijakan Publik Bisnis dan Industri (PKKPBI ITS) menjelaskan bahwa masjid Cheng Hoo di Indonesia selain menjadi tempat pilihan untuk ibadah sholat, juga cocok untuk destinasi wisata. “Saya melihat banyak pemerintah daerah turut mendukung berdirinya masjid Cheng Hoo di beberapa kota di Indonesia, karena ada nilai tambah dan nilai manfaat dari aspek wisata dan spiritual”, jelasnya.

BACA JUGA – Tiga Model Orang Ber-Muhammadiyah Menurut Rektor UMSurabaya

Dari hasil penelitiannya yang telah diterbitkan di jurnal bereputasi internasional, Choirul merasa optimis terhadap kemajuan kontribusi dan sumbangan komunitas muslim Tionghoa dalam pembangunan masjid Cheng Hoo di Indonesia.

Hal ini, menurutnya, bisa dipahami dengan melihat respon masyarakat yang sering mampir sholat dan menikmati wisata oleh-oleh dan kuliner di sekitar masjid Chenghoo di Surabaya dan Pandaan Pasuruan, Jawa Timur. Juga fenomena yang terjadi di Masjid Cheng Hoo di luar Jawa. “Ini bisa dipahami sebagai relasi positif antara eksistensi masjid terhadap gairah masyarakat dalam wisata religius”, ungkapnya.

“Dalam aspek ini, komunitas Muslim Tionghoa tidak saja dinilai berhasil dalam pembangunan fisik masjid Cheng Hoo yang bernuansa Islam dan etnik Tionghoa
tetapi juga menginspirasi perlunya membangun citra positif wisata religius di berbagai kota di Indonesia”, imbuhnya.(red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 518 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.