Gencarkan Industri Maritim Indonesia, ITS Ajak Kerjasama Perusahaan Australia

Surabaya – Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki potensi sebagai poros maritim dunia, namun potensi kemaritiman yang ada dinilai belum digarap secara maksimal. Guna membantu mengembangkan industri maritim dan tenaga kerja di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan PT CBC Indonesia melalui penandatanganan MoU, Jumat (9/8), di Gedung Rektorat ITS.

PT CBC Indonesia merupakan perusahaan luar negeri di bidang manufaktur perkapalan yang tengah berkembang di Indonesia. Adapun core business perusahaan asal Australia itu ialah manufacturing dan engineering.

I Putu Satria Ascita Jaya, selaku President Director perusahaan tersebut menyatakan, penandatanganan MoU ini merupakan entry point untuk menjalankan langkah-langkah selanjutnya dalam kerjasama ITS dengan perusahaan.
Melalui kerja sama ini, nantinya akan diselenggarakan program magang bagi mahasiswa ITS selama delapan minggu yang bertempat di Jakarta.

“Program akan diadakan sebelum kelulusan untuk memberikan pemahaman terkait bisnis, aplikasi produk, dan sebagainya,” ujar alumnus ITS itu. Sehingga diharapkan mahasiswa ITS bisa mengetahui potensi apa yang dapat dikembangkan dari perusahan. Perusahaan ini telah memiliki 72 karyawan dan rencananya akan merekrut ratusan tenaga kerja lagi dari Indonesia.

BACA JUGA – Sambut Era Energi Bersih, Cenits Gelar RTD

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari M Eng menyatakan, program tersebut rencananya akan membidik mahasiswa ITS dengan beasiswa. Selain itu, program tidak hanya menargetkan departemen yang terkait dengan kemaritiman, tapi juga departemen lain seperti Teknik Mesin, Teknik Elektro, Manajemen Bisnis, dan lain sebagainya.

Harapannya, pihak perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang tepat dari lulusan berbagai departemen di ITS baik tingkat sarjana, magister, maupun vokasi. “Kalau rekrutmen itu waktunya panjang dan dananya besar. Tapi kalau mahasiswa dididik lebih awal akan lebih efektif,” tutur rektor yang akrab disapa Ashari ini.

Selain itu, imbuh guru besar Teknik Elektro ITS ini, manfaatnya akan dirasakan oleh banyak pihak baik mahasiswa, perusahaan, maupun pihak ITS.

Saat ini, PT CBC Indonesia telah merebak di berbagai wilayah seperti Balikpapan, Cilegon, Papua, Kalimantan, Surabaya, dan sebagainya. Kerja sama ini diakui merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap bangsa Indonesia. “Diharapkan perusahaan ini berkembang pesat dan dikendalikan oleh orang-orang Indonesia,” tutur Ashari. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 534 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.