ITS Tetap Optimistis Raih Juara di Gemastik 10

SURABAYA – Kontingen Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya siap bertarung di babak final Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) 10 yang akan digelar di kampus Universitas Indonesia, 1 – 5 November mendatang. Meski jumlah kontingen tahun ini menurun, ITS tetap optimistis dapat mempertahankan gelar tahun lalu.

Sejak babak penyisihan, ITS berhasil mengirimkan 213 tim, 13 tim di antaranya dinyatakan lolos babak penyisihan dan berhak bertanding di babak final nasional. “Tidak ada yang instan dalam menggapai sesuatu, Oleh karena itu, diperlukan mental juara untuk mempertahankan prestasi sebelumnya,” tandas Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, Rektor ITS saat acara pelepasan kontingen di Rektorat ITS, Selasa (31/10) sore.

Dalam acara pelepasan kontingen ITS, Joni mengatakan bahwa seseorang yang memiliki mental juara ialah orang yang dapat mengatasi rasa takutnya, rasa malas, dan juga tidak terburlu-buru dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sebagai kampus teknologi, acara tahunan Gemastik ini menjadi gengsi tersendiri bagi ITS untuk meraih podium pada tahun ini. Pasalnya, pada tahun 2011 ITS pernah dinobatkan sebagai juara umum. Sedangkan tahun lalu, ITS memperoleh posisi runner-up dengan dua medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.

Abdul Munif S.Kom MSc MEng, ketua kontingen ITS, mengungkapkan keberhasilan ITS dalam mengirimkan 213 tim pada fase penyisihan. “Jumlah tersebut sebenarnya cenderung menurun dari tahun 2016 dengan 247 tim,” ungkapnya. Tahun ini, hanya 13 tim berhasil melaju ke babak final. Sedangkan tahun 2016, ITS berhasil meloloskan 14 finalis ke babak final. “Terjadi penurunan satu tim dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

BACA JUGA – Angkat Metamorfosa Manusia, LZY ITS Raih Juara di Rumania

Untuk menghadapi babak final, Abdul mengaku mengadakan bimbingan komunal dan bimbingan rutin. “Bimbingan komunal kami laksanakan pada tanggal 28 Oktober lalu,” tuturnya. Bimbingan komunal saja tak cukup. Untuk meningkatkan daya gedor ITS, para finalis melakukan bimbingan rutin sejak bulan Juli hingga Oktober.

Abdul mengaku tetap optimistis untuk dapat menjadi lebih baik, minimal bisa mempertahankan gelar runner-up yang diperoleh ITS pada tahun 2016. Ia juga berharap Gemastik tahun ini memperoleh hasil yang memuaskan. “Gemastik bukan hanya milik elektro (teknik elektro, red), dan informatika (teknik informatika, red). Namun, seluruh departemen dapat berpartisipasi untuk memeriahkan Gemastik di tahun mendatang,” pungkasnya. (Red)

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 527 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.