Ke Singapura, Mahasiswa ITS Pelajari Pencegahan Krisis Air Dunia

SURABAYA – Krisis air dunia termasuk menjadi perhatian masyarakat global, termasuk Indonesia dan Singapura. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya saat berkunjung ke PUB Newater Singapura untuk mempelajari cara pencegahan krisis air.

PUB Newater merupakan pusat sistem pengelolaan air minum terbesar di Singapura. Di negeri Singa ini, air merupakan segalanya. Walau bisa dibilang minim sumber daya alam, Singapura nampaknya berupaya dengan segala cara memaksimalkan air untuk kehidupan dan pembangunan.

Bintang Ayu Nuraeni, pendamping IO ITS mengatakan bahwa kunjungan ke PUB Newater Singapura sangat penting dan mengesankan dalam hal memanajemen
air untuk masa kini dan mendatang.

“Kunjungan ini juga akan menyadarkan mahasiswa ITS bahwa Indonesia bisa saling belajar dan berkontribusi dalam hal tenaga dan pikiran dalam pengelolaan air”, jelas Bintang.

Di tempat destinasi ini, air menjadi ikon wisata yang sangat diminati. Banyak suguhan wisata air melalui berbagai bentuk dan wujudnya. Perpaduan antara pipa, air dan cahaya membuat suasana ruangan wisata membuat pengunjung tidak bosan.

BACA JUGA – Studi Ekskursi Milenial, 30 Mahasiswa ITS Kunjungi Singapura

Buktinya, pengunjung banyak sekali. Tidak hanya dari orang dewasa, tetapi juga ada banyak anak sekolah dari Singapura yang mengunjungi. Menariknya lagi, di dalam area wisata edukatif ini ada permainan yang menyenangka dan mendidik. Seperti misalnya water heroes. Mainan tersebut menggugah inspirasi bagi siapasaja untuk bisa menjadi pahlawan air.

Tak hanya itu, di akhir sesi kunjungan juga diputar video tentang air dan bagaimana setiap pengunjung mau menjadi seseorang yang berkomitmen dalam pengelolaan air dimanapun dan sampai kapanpun.

Setelah mengikuti kunjungan ini, Mahasiswa ITS juga tampak berkesan. Brian Nararya Nugraha, mahasiswa jurusan Teknik Sipil, menyatakan bahwa di PUB Newater sangat banyak sekali inovasi tentang air.

“Bila diterapkan di Indonesia, tentunya semangat inovasi tersebut akan sangat berguna bagi masyarakat dan dunia dalam mengatasi masalah krisis air dunia”, ungkapnya.

Rasendriya Zahra Nabilah, mahasiswi Manajemen Bisnis ITS juga berkesan tentang penjelasan yang diberikan. “Di sini membuat saya terngiang akan Indonesia. Sumber Daya Alam yang melimpah akan membuat rakyatnya sejahtera apabila pengelolaannya juga sempurna”, ungkapnya.

“Oleh karena itu, sudah menjadi tugas kita semua dimulai dari diri sendiri untuk berusaha memanfaatkan dan mengelola air dengan sebaik-baiknya untuk masa depan generasi kita”, imbuhnya. (Red).

Rumah Pendidikan
About Rumah Pendidikan 534 Articles
RAPIDO adalah Rumah Pendidikan Indonesia. Website ini adalah rumah bagi seluruh masalah pendidikan di Indonesia untuk didialogkan dan didiskusikan. Karenanya website ini bukan hanya media guru dalam mengaspirasikan permasalahannya, akan tetapi media bagi pemegang kebijakan (pemerintah) dalam mengambil setiap kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.